Yamaha

Suku Cadang dari Tiongkok Terhenti, Jaguar Terancam Tutup Pabrik

  Jumat, 21 Februari 2020   Budi Cahyono
Ilustrasi

AYOJAKARTA.COM – Industri otomotif paling merasakan wabah virus korona yang pertama kali terdeteksi di Kota Wuhan, Tiongkok. Kali ini, giliran Jaguar Land Rover atau JLR yang menyebutkan terancam menutup pabrik karena pasokan komponen mengalami gangguan.

Kepala Eksekutif Jaguar Land Rover, Ralf Speth mengatakan, saat ini pabriknya hampir kehabisan komponen mobil yang dibutuhkan untuk melakukan perakitan.

AYO BACA : Aplikasi Ini Bisa Kenali Wajah Walaupun Ditutupi Masker

"Kami memiliki bagian (komponen) yang hilang. Kami telah menerbangkan bagian itu dalam koper dari Tiongkok ke Inggris," ujar Rover Ralf Speth, seperti dilansir dari Guardian.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya telah benar-benar menghentikan penjualan kendaraan di Tiongkok. Hal ini untuk mengantisipasi dampak dari virus itu.

AYO BACA : DFSK Siap Hadirkan Amunisi Baru di Segmen Komersial

"Coronavirus bisa berdampak pada kami dalam jangka menengah," terangnya.

Sebagai informasi, Jaguar Land Rover mengoperasikan tiga pabrik di Inggris dan menghasilkan 400 ribu unit kendaraan setiap tahunnya.

Jaguar Land Rover hanyalah salah satu dari banyak pabrikan mobil yang merasakan wabah virus korona. Pekan lalu, Fiat Chrysler Automobiles harus menutup pabrik di Serbia karena kehilangan suku cadang dari Tiongkok.

Sedangkan beberapa pabrikan otomotif lainnya masih menutup sementara pabrik mereka di Negara Tirai Bambu dengan batas waktu yang belum ditentukan.

AYO BACA : Google Hapus Ratusan Aplikasi di Play Store, Ada Apa?

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar