Izin Impor Bawang Putih Harus Sesuai Regulasi

  Sabtu, 22 Februari 2020   Budi Cahyono
Bawang putih (ilustrasi) Foto: Republika/Abdan Syakura

AYO BACA : Jangan Lewatkan Flash Sale Happy Hour Khusus Gadget di BCA Expoversary 2020

AYO BACA : Besok Perkenalkan Tim dan Jersey Musim 2020, Persija Gelar Laga Persahabatan

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM – Rencana pemerintah mengimpor bawang putih mendapatkan respons dari anggota Komisi IV DPR-RW, Andi Akmal Pasludin. Dia mengingatkan pemberian izin impor bawang putih harus sesuai tata kelola dan regulasi yang ada.

“Jangan sampai ada jual belu kuota impor akibat tidak adanya transparansi. Ini hanya modal selembar persetujuan RIPH itu bisa dijual ke mana-mana. Ini membuat pangan kita tidak terkontrol," tegasnya.

Andi mengatakan pihak penegak hukum bisa saja ikut terlibat apabila terdapat pelanggaran prosedur dalam pemberian Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH). Anggota Komisi IV DPR Alien Mus juga mempertanyakan proses pemberian RIPH yang baru diterbitkan bagi tiga perusahaan.

Dari tiga perusahaan tersebut, hanya ada satu perusahaan yang mendapatkan izin impor hingga 11 ribu ton, padahal dua perusahaan lainnya mengimpor di bawah 500 ton. "Kejanggalan dari ketiga perusahaan tersebut, ada satu perusahaan yang betul-betul jumlah impornya melebihi lainnya," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan menyebutkan izin impor 62 ribu ton bawang putih dalam waktu dekat akan segera terbit dari 103 ribu ton izin rekomendasi yang diberikan ke Kementerian Pertanian.

Menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Oke Nurwan, persetujuan impor itu sudah bisa diproses karena persyaratannya sudah lengkap. Meski demikian, Oke belum bisa menjelaskan detail jumlah importir yang akan segera mengantongi izin impor untuk 62.000 ton bawang putih tersebut.

Oke lebih lanjut mengatakan impor bawang putih masih bisa dilakukan dari China karena bawang putih bukan menjadi media penularan virus corona berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Kementerian Pertanian telah menerbitkan izin impor untuk bawang putih sebesar 103.000 ton dari China untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto mengatakan penerbitan izin impor ini dilakukan karena stok bawang putih di dalam negeri kian menipis, yakni 70 ribu ton. Stok tersebut hanya mampu memenuhi kebutuhan sampai pertengahan Maret 2020.

AYO BACA : Masih Ada Warga yang Bilang Sandiaga Uno Cawagub Jakarta

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar