Yamaha

Terbaru, Dokter Muda Meninggal karena COVID-19

  Sabtu, 22 Februari 2020   Budi Cahyono
Pekerja medis mengecek kondisi pasien di RS Jinyintan di Wuhan, Hubei, yang dibangun khusus untuk pasien kritis virus corona jenis baru atau Covid-19, Kamis (13/2). Foto: AP

BEIJING, AYOJAKARTA.COM – Korban keganasan Coronavirus atau COVID-19 kembali terjadi di Tiongkok. Seorang dokter muda, berusia 29 tahun meninggal karena terinfeksi virus korona. Menyusul laporan Pemerintah Tiongkok yang mengatakan, infeksi baru banyak terjadi di tiga provinsi serta desa di Beijing yang terisolasi.

AYO BACA : Pemerintah Siapkan 2 Opsi Jemput WNI di Kapal Pesiar Diamond Princess

Otoritas kesehatan Wuhan mengatakan, dokter Peng Yinhua bekerja pada bagian pernapasan dan perawatan kritis di Rumah Sakit Rakyat Pertama Distrik Jiangxia. Dia telah tertular saat bekerja di garda depan pusat persebaran virus Wuhan.

AYO BACA : 2 Pasien Virus Corona di Kapal Diamond Princess Meninggal Dunia

Sebelumnya, Peng pernah muncul di media pemerintah karena menunda pernikahannya untuk terus bekerja merawat pasien korona. Dia kemudian dirawat di rumah sakit pada 25 Januari.

Kondisinya secara dramatis memburuk pada 30 Januari ketika dia dilarikan ke rumah sakit Jinyintan, Wuhan untuk perawatan darurat. Dia kemudian dinyatakan meninggal pada Kamis (20/2) pukul 21.50, menurut pernyataan dari rumah sakitnya.

Kekhawatiran penyebaran virus pada petugas medis di Tiongkok menyeruak ketika penduduk ibu kota Tiongkok mulai beraktivitas. Di Beijing, 36 orang di rumah sakit Fuxing dinyatakan positif mengidap virus tersebut. Meski banyak rumah sakit telah terisolasi awal bulan ini.

Di rumah sakit lain, Rumah Sakit Rakyat Universitas Peking, tiga orang dipastikan telah tertular virus. Tiga pasien tersebut adalah anggota keluarga dari pasien yang sebelumnya mengidap korona.

Ketika infeksi di luar Tiongkok meningkat, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa negara-negara tidak harus memperlakukan virus sebagai musuh publik nomor satu.

"Jika kita tidak memakai peluang, kita mungkin menghadapi masalah serius," kata direktur jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dikutip The Guardian, Sabtu (22/2).

AYO BACA : Dampak Covid-19, 41 Maskapai Tunda Penerbangan ke China Hingga April

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar