PSI Sindir Anies Lebih Gesit Urus Formula E Ketimbang Banjir

  Senin, 24 Februari 2020   Khoirur Rozi
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Justin Adrian. (Youtube/Warga Jakarta)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mempertanyakan komitmen Anies Baswedan mengatasi banjir di Jakarta. 

Selama menjabat sebagai gubernur DKI, program antisipasi banjir Anies dianggap tidak berdampak signifikan.  

"Pak Anies sudah menjadi gubernur hampir 2,5 tahun, tapi program antisipasi banjir hanya jalan di tempat. Pada tahun 2018 sampai 2020, Kementerian PUPR tidak bisa menjalankan normalisasi karena Pemprov DKI tidak mau membebaskan lahan. 3 tahun terbuang percuma,” kata Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, Justin Adrian di dedung DPRD DKI Jakarta Pusat, Senin (24/2/2020).

Justin memaparkan, dalam kurun waktu 2018 hingga 2020, total APBD mencapai Rp 258 triliun. Dengan APBD sebesar itu, menurut Justin, seharusnya Pemprov DKI bisa berbuat banyak untuk mengatasi banjir.

“Sayangnya, Pak Gubernur tidak memiliki kemauan dan keberanian untuk mengatasi banjir. Bahkan, karena Pemprov DKI lambat membebaskan lahan, masih belum jelas apakah Kementerian PUPR bisa melakukan normalisasi sungai pada 2021,” ujarnya.

Dia lantas membandingkan kinerja Pemprov DKI dalam menangani banjir dengan penyelenggaraan Formula E. Menurut Justin, Pemprov cenderung lebih gesit mengurus Formula E ketimbang masalah banjir.

Lebih lanjut Justin menyebut anggaran penanganan banjir pada APBD 2020 senilai Rp 2,5 triliun. Angka tersebut masih kurang Rp 1 triliun jika dibandingkan yang tertera pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebesar Rp 3,5 triliun. Sementara itu, anggaran untuk Formula E di APBD 2020 mencapai Rp 1,2 triliun.

“Menurut pengamatan kami, Pemprov DKI ogah-ogahan bekerja untuk menangani banjir. Selalu banyak alasan dan pembenaran mengapa banjir masih terjadi. Sedangkan untuk event balapan Formula E, semua SKPD digerakkan begitu cepat sampai banyak aturan dan mekanisme dilompati,” pungkasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar