Yamaha

Darurat Corona di Korsel, Bagaimana Update Situasi KBRI Seoul Hari Minggu 1 Maret 2020?

  Minggu, 01 Maret 2020   Widya Victoria
Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, Umar Hadi (KBRI Seoul)

SEOUL, AYOJAKARTA.COM -- Presiden Korea Selatan Moon Jae-in telah menempatkan negaranya dalam siaga tertinggi terkait penyebaran wabah virus corona. 

Bagaimana kondisi ratusan orang warga negara Indonesia yang masih berada di negara itu? 

KBRI Seoul telah mengambil sejumlah langkah antisipasi penularan virus Covid-19. Salah satunya dengan mengaktifkan nomor hotline Posko KBRI Seoul di +82-10-5394-2546 yang bisa dihubungi untuk kasus-kasus darurat. Sedangkan nomor telepon hotline Posko Aju +82-10-3601-9980.

Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, Umar Hadi melalui video rekaman yang diterima kalangan wartawan di Tanah Air, juga aktif melaporkan perkembangan situasi di Negeri Gingseng itu.  Sebagaimana terpantau hari ini. 

"Selamat pagi dari atap gedung KBRI, saya Umar Hadi, Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan melaporkan hingga pagi ini, Minggu 1 Maret 2020, warga Indonesia di Korea Selatan InsyaAllah dalam keadaaan aman," kata Dubes Umar. 

Dubes Umar menyampaikan bahwa KBRI terus melakukan koordinasi dengan simpul-simpul warga Indonesia yang ada di Korea Selatan, khususnya mereka yang ada di kota Daeong di mana temuan kasus pertama virus COVID-19.  

"KBRI juga terus menyampaikan bantuan masker, sanitizer dan kebutuhan lainnya kepada warga kita yang memerlukannya, KBRI di Seoul beserta tim Aju di dekat kot Daeong terus berupaya menjangkau warga kita yang memerlukan bantuan," ujarnya.

Dubes Umar pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh komponen warga Indonesia yang ada di Korea Selatan seperti organisasi kemahasiswaan, Perpika, masjid-masjid, mushola, pemerintah muslim Indonesia, para pekerja migran baik yang ada di pabrik-pabrik maupun di kapal perikanan, juga ibu-ibu mixed marriage, organisasi kemasyarakatan PCIN dan PCI Muhammadiyah yang sudah bahu membahu memberikan informasi yang tepat, cepat dan akurat kepada seluruh WNI di Korsel. 

"Saya juga berterima kasih kepada komunitas muslim Indonesia, masjid dan mushola Indonesia yag telah menyerukan warga Indonesia mengikuti anjuran pemerintah Korea Selatan untuk mengurangi, dan menghentikan kegiatan mengumpulkan orang banyak untuk sementara waktu kurang lebih selama dua minggu," ucapnya. 

Termasuk, ucapan terima kasih Dubes Umar disampaikan kepada para pendeta dan gereja Indonesia yang ada di Korsel juga sudah mengikuti anjuran tersebut. Misalnya pada hari ini, kata Dubes Umar, beberapa gereja Indonesia melakukan kebaktian secara daring. 

"Terakhir saya menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada berbagai pihak di Tanah aIR yang telah menyampaikan rasa simpatik, uluran dan bantuan konkrit seperti pengiriman masker kepada warga Indonesia di Korea Selatan," imbuhnya.

Dubes Umar pun mengimbau seluruh WNI untuk tetap tenang dan terus waspada "Mudah-mudahan situasi di korea selatan ini cepat membaik dan mudah-mudahan pula warga Indonesia di sini tetap sehat dan aman, terima kasih," kata Dubes Umar mengakhiri.     

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar