Yamaha

Abu Merapi “Sambangi” Kota Jokowi, BPBD Surakarta Bagikan 2.000 Masker

  Selasa, 03 Maret 2020   Budi Cahyono
Petugas BPBD Kota Surakarta membagikan masker bagi pengguna jalan yang melintas di Jalan Slamet Riyadi, pertigaan Stadion Sriwedari, Selasa (3/3/2020). )Dok BPBD Kota Surakarta)

SOLO, AYOJAKARTA.COM – Gunung Merapi erupsi pada 3 Maret 2020 pukul 05.22 WIB. Erupsi tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 450 detik. Tinggi kolom erupsi ± 6.000 meter dari puncak dan awanpanas guguran ke arah hulu sungai Gendol dengan jarak maksimal 2 km dan arah angin saat erupsi bertiup ke Utara. 

Dengan kondisi erupsi seperti itu, daerah yang paling terdampak adalah Boyolali. Ada lima desa yang terdampak, empat desa dari Kecamatan Tamansari dan satu desa di Kecamatan Selo. Sementara itu kota tetangga Boyolali, Kota Surakarta turut terdampak abu vulkanik Gunung Merapi.

AYO BACA : Vietnam Konfirmasi Kesembuhan 16 Pasien Terinfeksi COVID-19

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surakarta, Jawa Tengah, membagikan sedikitnya 2.000 masker kepada pengguna jalan setelah terjadi hujan abu akibat erupsi Gunung Merapi, Selasa (3/3). Data BPBD Surakarta, lima Kecamatan di Solo rata diterjang hujan abu vulkanik sejak pagi pukul 08.00 WIB.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Solo, Muh Yusron mengatakan catatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Gunung Merapi erupsi pukul 06.22 WIB. Kemudian pada pukul 08.00 WIB hujan abu sampai ke Solo “menyambangi” lima kecamatan, yakni Pasarkliwon, Banjarsari, Serengan, Jebres, dan Laweyan.

AYO BACA : Resmi, Seri Pembuka MotoGP di Qatar Dibatalkan

“Kami cek lapangan, hujan abu vulkanik merata di lima kecamatan sejak pukul 08.00 WIB, sampai pukul 12.00 WIB masih belum reda. Di Solo, hujan abu vulkanik sangat tipis. Kami sudah bagikan 2.000 masker untuk pengguna jalan,” terang Yusron, Selasa (3/3/2020), siang.

Ia menjelaskan masker tersebut dibagikan di utama Kota Solo, yakni Jalan Slamet Riyadi kawasan Sriwedari. Masker sebanyak 2.000 masker habis dalam waktu 15 menit.

"Kami saat ini sedang mengajukan bantuan ribuan masker dari BPBD Provinsi Jawa Tengah karena masker BPBD Surakarta stoknya habis," kata dia.

Yusron mengimbau kepada warga agar memakai masker dan kacamata saat beraktivitas ke luar rumah. Hal itu dilakukan agar tidak terkena penyakit Ispa dan iritasi mata.

"Kami akan siram jalan-jalan yang tertutup abu vulkanik nanti bersama Damkar supaya tidak membahayakan pengguna jalan," kata dia. (Budi Cahyono)

AYO BACA : Terkait COVID-19, Pertandingan Liga 1 Tidak Terpengaruh

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar