Yamaha

Denny JA: Saatnya Mayoritas Dunia Muslim Memeluk Demokrasi dan HAM

  Rabu, 04 Maret 2020   Widya Victoria
Repro

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Perubahan mendasar dunia akan terjadi jika mayoritas dari 50 negara muslim hijrah memeluk demokrasi dan kebebasan. Indonesia dapat menjadi model, walau harus terus berevolusi menuju demokrasi yang penuh.

Demikian argumen Denny JA ketika ia me-launching secara virtual buku terbaru berjudul: Jalan Demokrasi dan Kebebasan untuk Dunia Muslim: Indonesia Sebagai Model.

Buku ini, kata Denny, buah renungannya selama 30 tahun. Itu dimulai sejak ia menjadi aktivis demokrasi era mahasiswa di tahun 1980an, mendalami Ilmu Politik tingkat Ph.D di Amerika Serikat tahun 2000an, dan penelitiannya mengamati perkembangan terbaru.

"Tapi mungkinkah itu? Mungkinkah mayoritas lima puluh negara muslim berbondong-bondong atau berangsur-angsur hijrah memeluk demokrasi dan kebebasan?" kata Denny. 

"Jawabnya tak hanya mungkin, tapi harus," tegasnya. 

Pew Research Center, lembaga peneliti berpusat di Amerika Serikat menyatakan sejak tahun 2070 nanti, penduduk Muslim akan menjadi terbanyak di dunia.  

Hadirnya negara muslim yang bebas dan demokratis, atau sebaliknya, akan mempengaruhi dunia nyaman atau bergolak. Apalagi saat itu mulai tahun 2070, muslim adalah populasi paling banyak.

"Demi dunia yang lebih baik, mayoritas lima puluh negara muslim harus hijrah memeluk demokrasi dan kebebasan. Yang tersisa kemudian adalah kapan dan bagaimana?" ujarnya lagi. 

Buku yang Denny tulis ini penuh dengan data dan teori. Ia mengupas pula sejarah pertumbuhan demokrasi di Eropa, Amerika Serikat dan belahan dunia lain.

Namun buku ini juga banyak kutipan puitis. Salah satunya dari  Victor Hugo: “Tak ada yang lebih kuat dibandingkan gagasan yang waktunya telah tiba.” Gagasan demokrasi dan kebebasan telah tiba di dunia Muslim. 

Denny menambahkan, buku ini sengaja ia bagikan gratis lewat media sosial dalam bentuk pdf. “Saya ingin ikut mewarnai ruang publik agar semakin banyak debat gagasan."

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar