Yamaha

Kampanyekan #SaveMeratus, Pemuda Tabalong Bersepeda 1.021 Kilometer

  Sabtu, 07 Maret 2020   Budi Cahyono
Mahasiswa asal Tabalong, Kalimantan Selatan, Yunias Robby berfoto dengan sepedanya untuk menempuh 1,021 kilometer dalam mengkampanyekan #SaveMeratus di kantor Walhi Yogyakarta, Sabtu (7/3/2020). (Suara.com / M Ilham Baktora)

YOGYAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Yunias Robby, Pemuda asal Tabalong, Kalimantan Selatan, bergerak untuk mengampanyekan #SaveMeratus. Mahasiswa mempelajari teknik elektro di IST Akprind Yogyakarta ini mengampanyekan aksinya dengan menggunakan dari Kota Yogyakarta-Tabalong yang berjarak 1,021 kilometer. Dalam rute perjalanannya, ia juga melewati Meratus.

Diketahui, Pegunungan Meratus yang terletak di Kalimantan Selatan kini jadi perbincangan setelah ada rencana pengembangan tambang dan kebun sawit. Sebanyak 33% izin minerba dan 17% kelapa sawit dilindungi izin ekosistem dari wilayah Kalsel yang totalnya seluas 3,7 juta hektar.

\"Ini patut dipertimbangkan, karena masalah lingkungan yang harus dilindungi ekosistem yang ada di pelindung lokal. Contohnya saja, masih banyak kerbau rawa yang hidup di lokasi tersebut. Mohon izin penambangan ini demi kepunahan kerbau-kerbau ini,\" ungkap Yunias Robby, saat ditemui di kantor Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Yogyakarta, seperti dikutip dari Suara.com, Sabtu (7/3/2020).

\"Hal kecil ini yang saya lakukan sebagai upaya memperbaiki lingkungan adalah yang paling dekat dengan kehidupan manusia. Maka dari itu saya memilih transportasi karena alat transportasi ini ramah lingkungan,\" katanya.

AYO BACA : Anggota ISIS Sejak Dini Didoktrin Membenci NKRI

Kendati demikian, Robby yang sudah setuju dengan Walhi Yogyakarta tidak hanya beralih menuju Pegunungan Meratus hingga ke Tabalong. Di setiap kota nanti, ia akan pergi ke kantor Walhi untuk berdiskusi sembari menginap untuk istirahat. Untuk melewati perjalanan tersebut, diperkirakan akan memakan waktu 2 hingga 4 hari.

\"Saya tak menyelesaikan beberapa hari saya harus sampai. Karena di beberapa kota saya akan berdiskusi baik itu masalah lingkungan, agraria dan lainnya. Harapannya saat melintasi daratan meratus saya bisa masuk ke kawasan itu dan bertemu dengan kelompok yang berjuang untuk Meratus,\" kata dia.

Sejatinya, Yunias memang sudah menyukai olahraga sejak lama. Ia akan melanjutkan tur ke pulau dewata. Ia juga pernah ikut tur Yogyakarta-Lombok, Yogayakarta-Gunung Merapi hingga Merbabu.

\"Saya memang sudah menyiapkan lama kampanye ini. Sebelum memutuskan bersepaeda 1.000 kilometer, saya sudah sering bepergian dari Yogyakarta-Bali hingga Lombok. Hari ini merupakan pengumpulan yang paling jauh,\" ungkap dia.

AYO BACA : Pemerintah Wacanakan Pemulangan Anak-anak Kombatan ISIS

Penjual Ikan Asin Desa Surjo Kepala Divisi Advokasi Kawasan, Walhi Yogyakarta, Himawan Kurniadi mengapresiasi gerakan anak muda yang dilakukan demi lingkungan.

\"Ini penting menjadi contoh bagi kaum milenial. Isu Lingkungan menjadi penting untuk masa depan generasi. Kami mendukung dengan langkah Robby terhadap lingkungan tempat tinggalnya yang terancam terhadap penambangan dan pembuatan pabrik kelapa sawit,\" jelas Himawan.

Himawan menuturkan, rencana tersebut murni dari Robby. Walhi ikut memberi sumbangan dan mendukung agar dapat disetujui.

\"Robby persetujuan akan mengampanyekan #SaveMeratus sejak tiga hari yang lalu. Memang rencana sudah lama, namun baru terealisasi sekarang. Kami tetap mendukung, karena ia sudah cukup membantu dan ingin menggunakan isu lingkungan di tempat tinggalnya di Kalimantan Selatan,\" kata dia.

Robby akan mengendarai sepeda gunung yang ia beli tahun 2015 lalu. Ia sudah menambahkan berbagai tambahan aksesoris, termasuk tas antiair di depan sepedanya.

 Ia juga menambahkan kotak persediaan untuk menyimpan barang penting yang dipasang di belakang sepeda. Tak lupa, bendera bertulis #SaveMeratus terpampang di belakang sepeda miliknya. Robby memulai perjalanan panjangnya, Sabtu (7/3/2020) pukul 13.20 WIB.
\n 

AYO BACA : Maret Ini, Corona di Wuhan Diprediksi Menurun

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar