Yamaha

Berawal Dari Media Sosial, Pelajar SMP Tawuran Hingga Memakan Korban

  Jumat, 13 Maret 2020   Fitria Rahmawati
ilustrasi. shutterstock
AYO BACA : Hoax, Mal Kokas Dikabarkan Lockdown

AYO BACA : Komnas HAM Kritik Kesimpangsiuran Informasi dan Ketidaksiapan Pemerintah

BEKASI, AYOJAKARTA.COM - Kelompok siswa yang masih duduk di bangku SMP di Kota Bekasi tawuran hingga menelan satu korban tewas, dan satu luka berat. Berawal dari tantangan di media sosial, para bocah tersebut tersulut dan merencanakan tawuran di Jalan Underpas, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur.
 
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Wijonarko mengatakan korban tewas berinisial TI. Korban tewas itu sebelumnya sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Kota Bekasi. Nahas, karena luka bacokan yang mengenai punggung sangat serius, nyawa TI tak bisa selamat. Satu korban luka parah yakni RD yang terkena bacok di lengan masih dirawat di rumah sakit.
 
"Pendarahan hebat karena luka bacok pada bagian punggungnya," kata Wijonarko usai mengikuti penyemprotan cairan desinfektan di Masjid Al Barkah, Jumat (13/3/2020).
 
Sebanyak 14 pelajar diamankan. Tawuran tersebut dilakoni siswa SMP Negeri 23 dan SMP Raudlatul Jannah. Menurut Wijonarko, penyidik masih mendalami kasus ini. Jika terbukti para pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.
 
"Kita akan dalami, tetap akan kita proses dan kita nanti sesuaikan dengan tingkat kesalahannya," ujar Wijonarko.
 
Terpisah, Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Arman saat dihubungi mengungkap bahwa tawuran antar pelajar pecah karena masing-masing kubu telah membuat janji melalui media sosial. Mulanya kata dia, ada masalah pribadi dari salah satu siswa pada masing-masing sekolah.
 
"Saling menantang intinya sampai ada pertemuan dan terjadi tawuran yang mengakibatkan satu orang tewas dan satu korban lainnya mengalami luka bacok," jelas Arman.
 
Dalam kasus ini, Arman mengaku akan menetapkan tersangka pelaku pembacok korban hingga menyebabkan meninggal dunia. Namun saat ini masih didalami dengan memeriksa saksi-saksi.
 
"Sudah ada terduga pelaku, nanti akan ditetapkan tersangka setelah bukti-bukti keterangan sudah lengkap," tandasnya.

AYO BACA : Sembuh dari Covid-19, Pasien 01 dan 03 Dipulangkan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar