Yamaha

15,2 Juta KK Terdampak Corona Dapat BPNT Rp200 Ribu

  Selasa, 24 Maret 2020   Fitria Rahmawati
instagram: @kyai_marufamin

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -  Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyiapkan anggaran bagi 15,2 juta kepala keluarga (KK) yang terdampak pandemi corona. Bantuan tersebut akan disalurkan melalui bantuan pangan non tunai (BPNT) dengan besaran Rp 200 ribu perbulan per KK. Sebelumnya, nilai bantuan tersebut hanya Rp 150 ribu perbulan per-KK.

"Ini akan diberikan insyallaah setiap bulan, dan ada penambahan dari jumlah yang lama, ini yang akan dilakukan," ujar Ma'ruf saat teleconference dengan wartawan di rumah dinas Wapres, Menteng, Jakarta, Selasa (24/3/2020).

AYO BACA : Pemprov DKI Siapkan Dua TPU Khusus untuk Korban Virus Corona

Meski tersedia anggaran per bulan, selama ini pemberian BPNT baru bisa dicairkan setelah tiga bulan. Ma'ruf menerangkan, akibat dampak wabah Corona, sistem pencairan bantuan akan diberikan per bulan dan akan dimulai pada April 2020.

"Akan diterapkan April, karena ini Maret sudah mau habis, lalu sistem pembayaran yang biasamya tiga bulan ini karena untuk mengatasi dampak ini diberikannya per bulan," ujar Ma'ruf.

AYO BACA : Kembali Menguat, Nilai Tukar Rupiah Menuju Level Rp16.486

Ma'ruf menyebut, data sasaran penerima bantuan juga akan disingkronkan Kementerian Sosial dan kementerian terkait, selain data 15,2 juta KK. Sebab, ada juga masyarakat miskin yang nyatanya belum masuk dalam data di Kemensos.

Selain sektor BPNT, Ma'ruf juga mengungkap Pemerintah sedang mengkaji bantuan untuk sektor informal yang terdampak wabah Corona.

"Sektor-sektor mana saja, ada sektor informal, atau misal warung-warung terdampak imi sedang dirumuskan oleh Menko PMK, Menko perekonomian, dan Menteri Keuangan, dan Menteri Sosial, dan tadi sudah masing masing menyampaikan usulan untuk disingkronkan," ujar Ma'ruf.

Ma'ruf memastikan mekanisme pemberian seluruh bantuan akan dicairkan melalui rekening dan tidak dengan massal. Hal ini agar tetap menjaga jarak sosial untuk mencegah penularan virus Corona.

"Tentu mekanisme kalau sudah bisa diketahui datanya, yang sudah ada rekening, dan BPNT itu bisa lewat itu, bisa juga lewat fin tech tapi belum diputuskan mekanisme penyaluran itu, setelah semua diketahui datanya, baru nanti diputuskan mekanisme mana yang paling efektif untuk disampaikan," ujarnya.

AYO BACA : Fraksi PAN Tolak Tes Corona untuk DPR

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar