Yamaha

Ini Cara Mengurus Jenazah Pasien COVID-19 Seusai Panduan Dinkes DKI

  Selasa, 24 Maret 2020   Khoirur Rozi
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti. (Ayojakarta.com/Khoirur Rozi)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Dinas Kesehatan DKI Jakarta menerbitkan tata cara menangani jenazah pasien COVID-19 melalui surat edaran bernomor 55/sE/Tahun 2020. 

Surat itu ditujukan kepada pimpinan rumah sakit, kepala Suku Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dan Kepala Puskesmas di Jakarta.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, menjelaskan, masalah pengurusan jenazah pasien COVlD-19 menjadi tanggung jawab semua pihak. Karenanya, harus ada standar atau SOP dalam Pemulasaraan Jenazah COVID-19.

"Bertujuan untuk mencegah transmisi atau penularan penyakit dari jenazah ke petugas, pengunjung dan ke lingkungan," kata Widyastuti.

Dia juga meminta agar jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang belum mendapat hasil pemeriksaan tes COVlD-19 harus diperlakukan sebagai pasien positif.

Berikut ini tata cara mengurus jenazah pasien positif COVlD-19. Seluruh petugas penanganan jenazah wajib menjalankan SOP penanganan pasien yang meninggal dunia akibat penyakit menular, termasuk menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

Kemudian, petugas harus menjelaskan kepada pihak keluarga tentang penanganan khusus bagi jenazah yang wafat dengan penyakit menular. 

"Jika ada keluarga yang ingin melihat jenazah, diizinkan dengan syarat memakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap sebelum jenazah masuk kantong jenazah," katanya.

Jenazah pasien COVlD-19 harus dibungkus kain kafan berbalut plastik agar kedap air, setelah itu diikat dan dimasukkan ke dalam kantong jenazah.

"Pastikan tidak ada kebocoran cairan tubuh yang dapat mencemari bagian luar kantong jenazah. Pastikan kantong jenazah disegel dan tidak boleh dibuka lagi. Lakukan disinfeksi bagian luar kantong jenazah menggunakan cairan disinfektan," jelasnya.

Setelah itu, jenazah juga dimasukkan ke dalam peti kayu yang ditutup rapat, serta dilapisi kembali dengan plastik. Jika sudah demikian, maka peti tersebut tidak boleh dibuka kembali.

"Lalu didisinfeksi sebelum masuk ambulance," terang Widyastuti.

Dia menambahkan bahwa jenazah harus segera dimakamkan. Keluarga yang ingin mengikuti proses pemakaman diperbolehkan dengan tetap menjaga jarak antar orang.

"Sebaiknya tidak lebih dari 4 jam disemayamkan. Setelah semua prosedur pemulasaraan jenazah dilaksanakan dengan baik, maka pihak keluarga dapat turut dalam penguburan jenazah tersebut," jelasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar