Yamaha

Polri Pidanakan Warga Berkerumun

  Rabu, 25 Maret 2020   Fitria Rahmawati
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Argo Yuwono. Foto: Republika/Haura Hafizhah

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Pihak kepolisian tidak main-main memberikan sanksi bagi warga yang masih membandel berkeluyuran di luar rumah. Massa yang tetap tak mengikuti imbauan akan dijerat dengan hukuman pidana. Itu dilakukan untuk mencegah penyebaran wabah virus corona atau Covid-19. 

AYO BACA : Cek Kondisi Atletnya, Puslatprov KONI Papua Kirim Tim Monev ke Surabaya

"Kalau ada kerumunan di luar rumah ya kami bubarkan. Jika mereka tidak mau mematuhi perintah petugas Polri yang memerintahkan pembubaran kegiatan tersebut, maka individu atau kelompok masyarakat itu dapat  dikenakan Pasal 212, Pasal 214, Pasal 216 dan Pasal 218 KUHP, dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan penjara," jelas Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono, Rabu (25/3/2020).

AYO BACA : Wabah Corona, KAI Batalkan Jadwal Perjalanan Lebaran

Ada pun, perkumpulan masyarakat yang akan dibubarkan oleh pihak kepolisian seperti pertemuan sosial, budaya, keagamaan, aliran kepercayaan dalam bentuk seminar, lokakarya, dan sarasehan. Lalu, tidak boleh ada acara konser musik, pekan raya, festival, bazar, pasar malam, pameran dan resepsi keluarga.

Tidak hanya itu, kegiatan olahraga, kesenian, jasa hiburan, unjuk rasa, pawai, karnaval dan kegiatan lainnya yang menjadikan berkumpulnya masyarakat. Kalau kegiatan tersebut masih berlangsung pihaknya akan membubarkannya.

"Kami tetap memantau kegiatan masyarakat sampai saat ini. Saya yakin masyarakat pasti sudah paham dan kami terus sosialisasikan agar mereka tidak berkegiatan di luar rumah," katanya.

AYO BACA : Lockdown 3 Minggu, Warga India dalam Kepanikan

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar