Yamaha

Petani Sawit Tolak Lockdown

  Kamis, 26 Maret 2020   Widya Victoria
Ilustrasi sawit

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Petani sawit menolak diberlakukannya lockdown atas terjadinya wabah COVID-19 di Tanah Air. Lockdown hanya akan membuat kehidupan petani kelapa sawit kian sulit dan menderita.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jendral Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Mansuetus Darto. 

“Jangan lockdown. Petani sawit akan kian kesulitan hidup,” ujar Mansuetus Darto, Kamis (26/3/2020).

Memang diakuinya wabah virus corona makin meluas ke seluruh provinsi di tanah air, termasuk provinsi penghasil kelapa sawit. Namun, pilihan untuk lockdown terus dijadikan perdebatan. 

Beberapa kalangan dan tokoh nasional terus mendorong agar Presiden Jokowi segera mengikuti strategi negara lain untuk terapkan lockdown.

“Pilihan lockdown ini sangat mengkuatirkan bagi kehidupan petani kelapa sawit yang sangat bergantung kepada harga crude palm oil (CPO) dan tidak punya lahan pangan, kecuali kebun sawit itu saja,” ujar Mansuetus.

Darto mengatakan, jikalau presiden memilih untuk lockdown, maka bisa memperparah kehidupan petani sawit. Soalnya, mereka tidak punya stok pangan seperti beras, sayur, buah-buahan atau kebutuhan gizi secara umum.

Selama ini para petani sawit, baik petani plasma dan swadaya selalu membeli di pasaran. Dari hasil penjualan Tandan Buah Sawit (TBS) mereka membeli kebutuhan makan.

“Kalau harga sawit pun ikut turun mereka akan kelaparan atau mengurangi pembelian,” ujarnya.

Dia menekankan, COVID-19 juga berimbas harga TBS yang mulai perlahan turun. Sebab ada penurunan transaksi perdagangan di negara-negara tujuan ekspor CPO yang rata-rata sudah dihantam oleh corona seperti China, Arab, Eropa.

“Ketika petani tidak bisa lagi panen atau pabrik sawit tidak beroperasi maka petani akan kelaparan,” terang Mansuetus.

Karena itu, Sekjen SPKS ini berharap agar pemerintah tidak menjadikan lockdown sebagai pilihan strategi. Sebab, lockdown itu akan membahayakan 10 juta umat manusia Indonesia yang bergantung pada sawit.

SPKS juga berharap agar pemerintah tetap memberikan jaminan distribusi pangan ke kabupaten dengan harga yang terjangkau.

“Serta operasional pabrik kelapa sawit tetap dibuka. Demikian juga jaminan sosialisasi pencegahan COVID-19 ke desa-desa sawit dengan memobilisasi seluruh perusahaan sawit agar ikut berpartisipasi membantu pemerintah memerangi virus corona,” tandas Mansuetus. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar