Yamaha

Cegah Corona, Mesir Berlakukan Jam Malam

  Kamis, 26 Maret 2020   Budi Cahyono
Sungai Nil yang membelah Kota Kairo di Mesir (Foto: Republika)

KAIRO, AYOJAKARTA.COM -- Mesir, negera berpenduduk 100 juta itu telah melaporkan 456 kasus virus corona dan 21 kematian karena Covid-19. Seperti negara lain, Mesir telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi dampak terhadap ekonomi, termasuk penurunan suku bunga 3 persen dan suntikan 20 miliar pound untuk mendukung pasar saham. 

AYO BACA : Lockdown 3 Minggu, Warga India dalam Kepanikan

Mesir telah meningkatkan langkah-langkah yang bertujuan mencegah penyebaran virus corona dengan menutup bandara. Pusat kebugaran dan restoran dibatasi hanya untuk mengantarkan makanan.

AYO BACA : Status Corona Meningkat, Malaysia Perpanjang Lockdown

Pemerintah juga menangguhkan kelas di sekolah dan universitas hingga pertengahan April. Toko-toko selain supermarket dan apotek akan diminta tutup pukul 17.00 pada hari kerja, dua jam lebih awal dari jam malam pada akhir pekan.

Mesir dan ibu kotanya Kairo, mulai menerapkan jam malam pada Rabu (25/3/2020). Kota yang berpenduduk 20 juta orang itu pun sepi karena peraturan untuk membatasi aktivitas selama penyebaran virus corona.

Di kota yang tidak pernah tidur di Mesir itu, biasanya restoran dan kafe selalu buka sampai dini hari. Namun, setelah jam mala diberlakukan, pemilik toko menutup jendela serta komuter bergegas pulang sebelum dimulainya pemberlakuan mulai pukul 19.00 waktu setempat hingga 06.00.

Untuk menghentikan warga melanggar jam malam, polisi pun dikerahkan di jalanan kota. Sebelum ada tindakan, banyak jalan sudah hampir sepi pada pukul 18.30.

"Ini adalah penyakit, bukan lelucon. Orang-orang harus tinggal di rumah, dan tidak boleh meninggalkan rumah mereka setelah jam malam," ujar penduduk Kairo, Mohamed El-Gabaly.
 

AYO BACA : Angka Kematian Spanyol Akibat Covid-19 Lampaui Tiongkok

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar