Yamaha

Penyelenggara Grand Slam Wimbledon Pertimbangkan Opsi Penundaan

  Kamis, 26 Maret 2020   Budi Cahyono
Petenis Rumania, Simona Halep memeluk trofi Wimbledon 2019. Grand slam Wimbledon 2020 kemungkinan ditunda akibat virus corona. Foto: AP Photo/Kirsty Wigglesworth

LONDON, AYOJAKARTA.COM – Kejuaraan tenis grand slam Wimbledon 2020 akan berlangsung pada 29 Juni – 12 Juli. Seperti penyelenggaraan edisi sebelumnya, persiapan penyelenggaraan dilakukan dalam waktu sebulan sebelum kick-off.

Namun melihat perkembangan pandemi Covid-19, tampaknya gelaran tersebut akan mengalami penundaan untuk pertama kalinya sejak tahun 1945.

AYO BACA : Peduli Korban Corona di Swiss, Federer Donasi Rp16,5 Miliar

Pejabat All England Lawn Tennis Club (AELTC) kini tengah mempertimbangkan pilihan tersebut, ditunda atau dibatalkan. Beralih ke waktu berikutnya di tahun ini bahkan lebih kecil kemungkinannya karena Wimbledon hanya memiliki dua lapangan tertutup. 

Wimbledon mengatakan sedang berkomunikasi erat dengan LTA, dan dengan ATP, WTA, ITF dan Grand Slam lainnya. Namun pembatalan terlihat semakin mungkin terjadi.

AYO BACA : Krisis Virus Corona, Federasi Sepak Bola Spanyol Siapkan Dana Rp8,75 Triliun untuk Klub

"Tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang disajikan oleh krisis COVID-19 terus memengaruhi cara hidup kita dengan cara yang tidak dapat kita bayangkan," kata kepala eksekutif AELTC Richard Lewis.

“AELTC telah merencanakan sejak Januari, bekerja sama dengan pemerintah Inggris dan otoritas kesehatan masyarakat untuk mengikuti saran mereka dan memahami kemungkinan dampak Covid-19 dan langkah-langkah darurat pemerintah pada kejuaraan. Pikiran kami pada semua yang terpengaruh oleh krisis saat ini,” AELTC klub dalam sebuah pernyataan pada Rabu (25/3/2020), dikutip Reuters.

Penyelenggara tak memilih opsi pertandingan tanpa penonton. "Berdasarkan saran yang kami terima dari otoritas kesehatan masyarakat, waktu yang sangat pendek tersedia bagi kami untuk menggelar kejuaraan. Kami menunjukkan bahwa penundaan bukan tanpa risiko dan kesulitan yang signifikan," bunyi pernyataan tersebut.

Australian Open, grand slam pertama pada 2020, selesai sebelum krisis virus corona meledak sehingga menghentikan hampir seluruh olahraga dunia, termasuk rangkaian turnamen ATP Tour dan WTA Tour.

Prancis Terbuka pekan lalu membuat keputusan untuk memindahkan turnamen lapangan tanah liat pada bulan September-Oktober. Yang seharusnya digelar awal Mei karena wabah.

AYO BACA : Presiden FIGC Optimistis Liga Italia Dilanjutkan Juli atau Agustus

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar