Yamaha

'Pergulatan' Tubuh Saat Lawan Corona

  Kamis, 26 Maret 2020   Fitria Rahmawati
Ilustrasi Kungfu vs Virus Corona, Kartun Gag Ayosemarang.com, karya Edi Dharma

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Juru bicara pemerintah dalam penanganan Corona Achamad Yurianto mengatakan, tidak semua kasus orang terjangkir virus corona menunjukkan gejala. Semua tergantung pada kekuatan imunitas tubuh masing-masing individu. Lansia dan orang dengan penyakit penyerta menjadi orang dengan resiko tinggi menunjukkan gejala terjangkit virus Covid-19.

Secara umum, kesembuhan suatu penyakit bergantung pada bagaimana sistem kekebalan tubuh melawan infeksi tersebut. Sistem kekebalan sendiri terdiri dari berbagai jenis sel dan molekul, seperti antibodi. Apa yang kita sebut sebagai 'garis pertahanan pertama' adalah apa yang dikenal sebagai sistem kekebalan tubuh bawaan.

Setiap sel di dalam tubuh dipersiapkan untuk membuat interferon, sebuah molekul antivirus, ketika mereka mendeteksi adanya 'penyusup'.

AYO BACA : Krisis Virus Corona, Federasi Sepak Bola Spanyol Siapkan Dana Rp8,75 Triliun untuk Klub

"Sel-sel ini akan mulai membuat molekul antivirus bawaan mereka sendiri yang akan mencoba dan menghentikan, misalnya, virus bereplikasi," jelas Marc Pellegrini, pakar penyakit menular di Walter and Eliza Hall Institute, Australia.

Nah, respon alami ini akan menghasilkan zat yang disebut dengan sitokin. Zat ini akan menyebabkan tubuh mengalami demam dan peradangan jaringan ketika sel-sel mulai mati.

"Itu mekanisme alami bagi mereka untuk mencoba dan 'bunuh diri' jika mereka (sel) tahu sudah terinfeksi," lanjutnya, dilansir abc.net.au.

AYO BACA : Panlih Wagub DKI Diminta Bersabar Hingga 5 April: Jangan Korbankan Banyak Orang!

Selain semua hal di atas, tubuh masih memiliki sel darah putih. Ini dikenal sebagai pembunuh alami, yang mendeteksi sel terinfeksi dan membunuhnya.

Lalu, garis pertahanan kedua terjadi pada spektrum sel darah putih lainnya, seperti monosit, makrofag, dan neutrofil yang akan mencari dan mengenali infeksi.

Mereka ini akan melepaskan hormon kekebalan tubuh untuk mempersiapkan sel-sel lain ketika ada kemungkinan infeksi.

Baris pertahanan ketiga adalah sistem imun adaptif, yang memakan waktu beberapa hari untuk melawan. Ini adalah sel darah putih seperti T-sel yang bertugas membunuh sel yang terinfeksi, dan B-sel yang menghasilkan antibodi.

Permasalahan dalam melawan virus corona baru adalah tubuh kita belum memiliki antibodi atau sistem imun adaptif. Jika sistem imun tidak dapat mengentikan virus bereplikasi, patogen ini akan 'overdrive' dan meningkatkan peradangan, terutama di paru-paru. Inilah yang menyebabkan pneumonia.

AYO BACA : Cegah Corona, Mesir Berlakukan Jam Malam

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar