Yamaha

Guru Besar UGM: Belum Ada Riset Disinfektan Biasa Ampuh Bunuh Virus Corona

  Minggu, 29 Maret 2020   Editor
Penyemprotan cairan disinfektan di lingkungan pemukiman warga (Ayojakarta.com/Widya Victoria)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Berbagai cara dilakukan untuk meminimalisir risiko penyebaran COVID-19. Salah satunya dengan menyemprotkan cairan desinfektan di lingkungan sekitar. 

Namun apakah cara tersebut ampuh dalam membunuh virus penyebab penyakit COVID-19?

Guru Besar Ilmu Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Dra Wega Trisunaryanti MS PhD Eng, mengatakan, butuh riset khusus untuk mengetahui keampuhan cairan disinfektan membunuh virus corona. 

"Selama ini belum ada riset yang mengatakan bahwa penyemprotan disinfektan biasa bisa membunuh COVID-19. Untuk itu butuh riset yang seksama juga untuk memastikan virus ini mati atau tidak," ujar Wega saat dihubungi dari Jakarta, Minggu (29/3/2020). 

Meski demikian, disinfektan biasa ampuh dalam membunuh bakteri baik bakteri baik maupun bakteri jahat. Dengan catatan, disinfektan yang digunakan yang mengandung alkohol 70 persen.

Bakteri dan virus memiliki perbedaan ukuran, yang ukuran bakteri jauh lebih besar dan dapat dilihat dengan mikroskop cahaya. Sedangkan virus biasanya ukurannya lebih kecil dan membutuhkan mikroskop elektron untuk melihatnya.

Wega menambahkan, untuk membunuh virus COVID-19 sebenarnya bisa dengan disinfektan dengan kandungan alkohol yang lebih tinggi. Atau, bisa dengan penyanitasi tangan yang sesuai standar WHO dan BPOM.

"Teman saya mempublikasi jurnal di jurnal internasional, tapi bukan yang bereputasi internasional. Dia mengatakan COVID-19 bisa mati dengan campuran alkohol sekitar 80 persen, 1,33 persen hidrogen peroksida, dan air. Itu kandungan yang terdapat pada disinfektan atau penyanitasi tangan sesuai standar BPOM dan WHO. Disinyalir bisa mati dengan campuran alkohol dan hidrogen peroksida," terang dia lagi.

Penelitian mengenai COVID-19, lanjut dia, terutama di jurnal internasional bereputasi belum terlalu banyak karena COVID-19 merupakan pandemi baru di dunia. Dia juga menyarankan agar penyemprotan disinfektan tidak dilakukan secara berlebihan karena akan membunuh bakteri baik di alam.

Ia menilai penyemprotan disinfektan lebih kepada aspek psikologis, yakni untuk menenangkan masyarakat pada saat merebaknya pandemi global COVID-19.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar