Yamaha

Obat Hepatitis C Diujicoba untuk Pasien Corona, Hasilnya Tak Terduga

  Minggu, 29 Maret 2020   Fitria Rahmawati
ilustrasi. shutterstock

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Para ilmuwan menemukan obat yang digunakan mengatasi hepatitis C aman digunakan untuk pasien Covid-19. Obat itu membantu pasien corona menjadi pulih, hingga dinyatakan negatif Covid-19.

Dilansir dari Daily Mail, para ilmuan menggunakan obat danoprevir, yang dijual dengan nama dagang Ganovo. Obat diberikan kepada 11 orang pasien Covid-19 dengan keparahan sedang selama 12 hari. Hasilnya, obat itu aman dan tidak menyebabkan efek samping yang parah, meningkatkan prospeknya sebagai 'pilihan terapi yang menjanjikan', kata mereka.

Semua dari mereka pulih dan membutuhkan waktu sekitar dua hari untuk menghasilkan hasil tes negatif. Mereka dikeluarkan dari rumah sakit setelah suhu tubuh kembali normal, pernapasan membaik, paru-paru tampak lebih sehat dalam pemindaian dan dites negatif dua kali.

AYO BACA : Jangan Diskriminasi dan Kucilkan Pasien Corona

Para peneliti, yang dipimpin oleh Dr. Jinzi Wu, CEO Ascletis Pharmaceuticals, yang memproduksi obat tersebut, mengatakan, "Temuan kami menunjukkan bahwa menggunakan kembali danoprevir untuk Covid-19 adalah pilihan terapi yang menjanjikan."

Meski menunjukkan pemulihan, sayangnya temuan ini belum bisa disimpulkan sebagai pengobatan yang efektif untuk pasien corona Covid-19.

Para peneliti dari perusahaan bioteknologi China dan sebuah rumah sakit di Jiangxi, menerbitkan hasil uji coba ini tanpa ditinjau oleh ilmuwan lain.

AYO BACA : Dompet Dhuafa Bantu Pejuang Ekonomi Keluarga dan Difabel Pra Sejahtera

Pun studi ini tidak melihat seberapa baik obat itu bekerja, atau membandingkannya dengan perawatan lain, tetapi menilai apakah obat itu aman untuk dikonsumsi.

Profesor Stephen Evans, seorang ahli statistik di London School of Hygiene & Tropical Medicine, mengatakan ini adalah studi non-acak yang tidak terkontrol dan lemah.

"Karena itu hasilnya agak tidak dapat diandalkan dan sulit untuk ditafsirkan. Sementara obat ini bisa bermanfaat, uji coba acak yang tepat diperlukan," jelasnya.

Obat lain yang diuji coba pada pasien corona Covid-19 termasuk favipiravir obat flu Jepang, obat Ebola yang disebut remdesivir dan obat penekan HIV lopinavir/ritonavir.

Salah satu obat potensial telah disebut-sebut dalam bentuk obat anti-malaria, yakni klorokuin, yang juga digunakan untuk mengobati rheumatoid arthritis dan lupus.

AYO BACA : Apa Yang Bisa Diharapkan dari Para Boneka?

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar