Yamaha

Pemain Juventus Dipuji, Sedia Potong Gaji di Tengah Krisis Corona

  Senin, 30 Maret 2020   Budi Cahyono
Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) Gabriele Gravina Foto: figc

AYO BACA : Pekan Ketiga Lockdown, Spanyol Perkuat Pembatasan Penyebaran Corona

AYO BACA : Krisis Corona, City Siapkan Stadion Etihad untuk Tim Medis

ROMA, AYOJAKARTA.COM – Kebijakan pemotongan gaji pemain klub Juventus karena pandemi Covid-19 mendapatkan reaksi positif dari berbagai pihak.

Pandemi Covid-19, sejumlah kompetisi sepak bola ditunda. Otomatis kondisi demikian memengaruhi pendapatan klub. Seluruh pemain utama dan pelatih Juve bersedia tidak mengambil gaji hingga Juni 2020. Ini sebagai langkah membantu finansial klub.
Salah satunya Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) Gabriele Gravina mengapresiasi sikap klub tersebut dan bisa menjadi contoh positif.

"Kesepakatan yang dicapai Juventus contoh untuk seluruh sistem (di Italia). Saya berterima kasih kepada Giorgio Chiellini, rekan setimnya, dan pelatih Juventus Maurizio Sarri. Mereka menempatkan kepentingan umum di jantung komunikasi antara mereka dengan klub," kata Gravina kepada ANSA, dikutip dari Football Italia, Senin (30/3/2020).

Menurut Gravina dalam situasi seperti ini, solidaritas menjadi kunci. Setiap tokoh harus memainkan peran yang membuat sepak bola tetap kuat.

Pemain sayap Bianconeri, Douglas Costa mencoba memahami apa yang terjadi. Sebab bencana seperti ini tak bisa diprediksi.

Lagi pula, bukan cuma sepak bola yang terdampak. Semua bidang olahraga mengalami nasib serupa.

Hanya saja, situasi masih membingungkan. Ini terkait kapan pesepak bola akan kembali berlaga.

"Kami sedang menunggu situasi menjadi lebih baik di Italia. Seharusnya kami kembali pada 3 April, tetapi saya berbicara dengan kapten (Chiellini), dia mengatakan kami akan kembali pada 15 atau 20 (April), jika semuanya berjalan baik," ujar Costa.

AYO BACA : Inggris Lockdown, Seri Silverstone Tak Jelas

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar