Yamaha

Ini Tips Biar Gak Sering Sentuh Wajah

  Senin, 30 Maret 2020   Fitria Rahmawati
Ilustrasi. (Shutterstock)
AYO BACA : Work From Home Berkualitas, Ini Tips dari Sylviana Murni

AYO BACA : Berbahaya! Jangan Semprot Disinfektan ke Tubuh Manusia Secara Langsung

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Menyentuh wajah ternyata sering dilakukan manuasia tanpa disadari. Hidung menjadi salah satu yang paling sering menjadi sasaran garuk, atau sekadar diusap karena gatal. Ups, bahkan mengupil!
 
Mengusap mata, untuk sekadar membenarkan kacamata, atau mengusap dahi karena membenarkan poni rambut pun menjadi aktifitas yang tidak disadari manusia.
 
Penyebaran bakteri dan virus pun menjadi tak terindahkan. Hal utama yang perlu dilakukan adalah menyadari seberapa sering Anda menyentuhnya. Jika menyadari, penularan virus dari telapak tangan bisa diminimalisir.
 
Dikutip dari laman Health, dokter keluarga di Providence Saint John’s Health Center California, David Cutler mengatakan sering menyentuh muka saat terjadi wabah adalah hal yang membahayakan. Hal ini disebabkan menyentuh wajah seperti mulut, hidung, dan mata, membuat virus, kuman, dan bakteri di tangan kita menyentuh jaringan lembut dan berpori-pori, membuat mereka mudah masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan infeksi.
 
Jika Anda merasa sangat sulit menahan diri untuk tidak menyentuh wajah Anda, coba ikuti empat tips sederhana berikut ini.
 
1. Sadari seberapa sering Anda menyentuh wajah dalam sehari
 
Menyentuh wajah seringkali dilakukan tanpa sadar. Jika Anda ingin menghitungnya, kurang lebih dalam sejam, Anda bisa menyentuh wajah Anda sebanyak 23 kali, demikian menurut Association for Professionals in Infection Control and Epidemiology (APIC).
 
"Masalahnya, memberitahu orang-orang untuk tidak melakukan hal yang jadi kebiasaan mereka malah akan membuat mereka melakukannya lebih sering," tutur Gail Saltz, MD, profesor psikiatri di New York Presbyterian Hospital Weill-Cornell School of Medicine
 
Orang-orang menyentuh wajah mereka karena alasan yang berbeda-beda. Menurut Dr. Saltz, langkah pertama yang baik untuk menguranginya adalah dengan mengenali hal-hal yang memicu kebiasaan tersebut.
 
"Orang-orang bisa mengupil, mengopek kulit kering dari bibir mereka, menyentuh alis, atau bahkan mencabuti bulu mata. Dan hal ini utamanya disebabkan kita sadar akan wajah kita karena banyak indera kita berada di wajah dan kepala," lanjutnya.
 
Pemicu lainnya adalah menyingkirkan rambut dari wajah, memencet jerawat di kening, menggaruk karena rasa gatal di hidung, dan bahkan stres serta rasa bosan bisa menyebabkan Anda ingin menyentuh wajah Anda.
 
2. Ganti dengan kebiasaan lain ketika Anda ingin menyentuh wajah
 
Sama seperti beberapa kebiasaan yang sulit dihentikan, Dr Saltz menyarankan untuk melakukan kebiasaan lain. Yang berarti saat muncul keinginan untuk menyentuh wajah, sentuhlah bagian lain dari tubuh Anda, misalnya lengan.
 
"Ini adalah sebuah metode pengalihan dari menyentuh wajah. Aku memberitahu orang-orang untuk menduduki tangannya sebentar agar tak lagi melakukan kebiasaan tersebut. Butuh waktu, namun Anda tak lagi terbiasa menyentuh wajah," katanya.
 
Atau Anda juga bisa menggantinya dengan menyentuh wajah menggunakan tisu. Dr Cutler memberikan saran lain yang lebih ekstrem, seperti memasang pengingat di ponsel Anda tiap beberapa jam sekali untuk mengingatkan Anda tidak menyentuh wajah Anda.
 
3. Tanamkan dalam pikiran bahwa tak menyentuh wajah adalah satu-satunya pencegahan
 
Tidak menyentuh wajah sangat penting, sama seperti upaya pencegahan lainnya untuk mengurangi penularan Covid-19. Oleh karena itu, perlu untuk menanamkan dalam pikiran bahwa tidak menyentuh wajah jadi satu-satunya cara untuk melindungi diri Anda.
 
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, pencegahan lainnya yang bisa membuat Anda tetap sehat adalah tetap di rumah apabila merasa tidak enak badan, hindari yang sakit, cuci tangan rutin, dan bersihkan beberapa permukaan dan benda yang sering disentuh.

AYO BACA : Nggak Pake Ribet, Ini Cara Homemade Aloe Vera Hand Sanitizer

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar