Yamaha

Sandiaga Uno: Seharusnya DKI Jakarta Jadi Model untuk Karantina Wilayah

  Senin, 30 Maret 2020   Aldi Gultom
Mantan Wagub DKI Jakarta, Sandiaga Uno (RRI/Bunaiya Fauzi Arubone)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM — Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengingatkan bahwa kebijakan partial lockdown atau karantina wilayah untuk mencegah perluasan wabah COVID-19 seharusnya bukan lagi opsi tetapi aksi.

Lewat rekaman suara yang dipublikasi via akun Instagram sandiuno, pengusaha nasional ini menyebut pandemi corona sebagai ujian bagi setiap negara dan bangsa.

“Lihatlah sekarang setiap negara, provinsi dan kota membangun kembali tembok-tembok pembatas. Kebijakan draconian ini awalnya dipandang sinis ketika Tiongkok menerapkan saat wabah ini menggila di negara mereka.  Kebebasan harganya tidak setinggi nyawa manusia,” ujar Calon Wapres di Pilpres 2019 ini.

Petinggi Partai Gerindra ini mengakui bahwa sejak awal dirinya selalu konsisten menyerukan kepada pemerintah untuk melakukan partial lockdown atau lebih dikenal dengan karantina wilayah, yang fokusnya di zona merah penyebaran virus corona. Syarat kuncinya adalah penuhi dahulu kebutuhan dasar masyarakat, terutama masyarakat di kelompok ekonomi terbawah atau masyarakat yang tidak mampu.

"Jika pemerintah mampu menjamin 40 persen dari rakyat yang tidak mampu, yang ada kita sebut sebagai bottom 40 percent, maka jangan ragukan semangat gotong royong rakyat indonesia untuk membantu sisanya. Political will pemerintah akan jadi social movement bagi masyarakat,” tutur Sandi.
 
Menurutnya, rakyat sendiri sudah melihat bahwa sebagian besar dari masyarakat yang mampu secara ekonomi sudah memberi begitu banyak sumbangsih. Namun ia tegaskan, upaya menghadapi COVID-19 di Indonesia bukanlah masalah “si kaya melindungi yang miskin agar hidup wajar" dan "yang miskin melindungi yang kaya agar tak tertular”.

“Wabah ini bukanlah diskursus kelas sosial. Bukan tugas si kaya atau si miskin, tetapi tugas pemerintah untuk melindungi segenap rakyat tidak peduli miskin atau kaya,” tekan mantan Ketua Umum HIPMI ini.

Di tengah gaduh COVID-19 ini, lanjut dia, masyarakat sudah bergerak dengan cara mereka masing-masing. Seperti gerakan pesan makan untuk pekerja ojek online, ada juga milenial yang gigih dalam upaya menyediakan alat pelindung diri (APD) untuk tenaga kesehatan dan melakukan penyemprotan disinfektan.

“Saya bersama beberapa teman pun terketuk untuk berkontribusi berkomitmen membantu anggota masyarakat yang tulang punggung keluarganya jadi korban wabah corona. Gerak cepat masyarakat dalam berkontribusi ini seharusnya menumbuhkan kepercayaan diri pemerintah,” lanjutnya.

Kembali ke soal karantina wilayah, Sandiaga berpendapat, DKI Jakarta sebagai zona merah dan terutama Jakarta Selatan sebagai epicentrum penyebaran coronavirus, seharusnya jadi model untuk karantina wilayah atau partial lockdown.

“Pandemi corona ini sudah menjadi perang global. Para tenaga kesehatan menempati front terdepan. Jangan biarkan mereka jadi tumbal ketidakpastian. Beri kesempatan pada mereka untuk bertempur dengan lawan yang seimbang. Sementara pemerintah dan segenap rakyat membangun barikade untuk menghambat pergerakan musuh,” tambahnya.

Menurutnya, bangsa Indonesia harus bersiap untuk perjuangan berikutnya. Soal hitung-hitungan pertumbuhan ekonomi mungkin bisa dinegosiasikan nanti, tapi tidak ada ruang perdebatan bagi nyawa dan kehidupan rakyat.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar