Yamaha

Sebenarnya, Ini Kondisi Virus di Benda Mati

  Senin, 30 Maret 2020   Fitria Rahmawati
ilustrasi DNA mikroba. Shutterstock
AYO BACA : Sepekan Lebih Diisolasi, Begini Kondisi Bima Arya

AYO BACA : Diaspora Indonesia di New York Meninggal Dunia Akibat Virus Korona

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Ada bantahan terbaru mengenai daya tahan virus corona di benda mati. Pakar virus atau virolog, drh Moh Indro Cahyono, membantah penelitian mengenai kemampuan virus Corona Covid-19 yang bisa bertahan berjam-jam pada permukaan benda tertentu. Menurutnya, daya tahan virus tergantung pada kondisi bukan jenis bahan barang tertentu.
 
"Virus bertahan bukan berdasarkan bahan barangnya tapi kondisinya. Tiga kondisi, gelap, basah, dan dingin. Semakin gelap, semakin basah, semakin dingin, semakin bertahan lama," jelas Indro, Sabtu (28/3/2020).
 
Sebelumnya, melansir dari laman harvard.edu disebutkan bahwa sebuah studi baru-baru ini menemukan virus Corona Covid-19 dapat bertahan di berbagai jenis barang.
 
Misalnya tembaga, virus Corona Covid-19 dipercaya bisa bertahan hingga empat jam. Sementara pada kardus, virus Corona Covid-19 dapat bertahan 24 jam bahkan bisa bertahan dua hingga tiga hari pada plastik dan stainless steel.
 
Meski begitu hingga saat ini, peneliti masih melakukan penelitian terkait sifat virus Corona jenis baru alias Covid-19.
 
Terkait hal tersebut, Indro menjelaskan bahwa benda apa pun akan terpengaruh dengan kondisi yang ada.
 
"Kalau kardusnya ditaruh di tempat gelap bertahan lama. Kalau ditaruh di lapangan ya mati juga virusnya. Jadi tergantung suhu, tergantung paparan cahaya, tergantung lokasinya basah atau tidak," jelasnya.
 
Lebih lanjut Indro menuturkan bahwa virus menyukai kondisi tempat yang basah dan suhu yang dingin. Saat suhu di atas 26 derajat, virus tidak akan bisa bertahan lebih dari satu menit.
 
"Tempatnya terang virus nggak bisa hidup. Terus tempatnya sering dibersihin, nggak cuma seminggu sekali. Ya, kalau kita jarang ngepel rumah banyak juga virusnya nggak cuma Corona, TBC segala macem bakteri e-coli banyak juga," bebernya.

AYO BACA : Ratusan Orang di Kota Bogor Ikuti Rapid Test, 3 Positif

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar