Yamaha

Pemerintah Beri Keringanan Denda Pajak Kendaraan

  Rabu, 01 April 2020   Fitria Rahmawati
Pelayanan pajak online kendaraan. (indonesia.go.id)
AYO BACA : Perhitungan Alumni Matematika UI, 16 April Puncak Corona Indonesia

AYO BACA : Penyebab Angka Kematian Corona Indonesia Tertinggi Nomor 2 Dunia

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Pemerintah meberikan keringanan denda pajak kendaraan bermotor bagi wajib pajak kendaraan yang jatuh tempo pada 26 Maret-29 Mei 2020. Mereka akan dibebaskan dari denda keterlambatan membayar pajak, akibat masih mewabahnya virus corona di Indonesia. Namun, hal itu juga perlu didukung oleh masing-masing Pemerintah Daerah.
 
Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Irjen Istiono menyampaikan bagi masyarakat wajib pajak yang masa pajak kendaraannya jatuh tempo pada periode tersebut tidak dikenakan denda. Kebijakan dispensasi tersebut diberikan untuk menghindari adanya kerumunan massa berskala besar. Hal itu sejalan dengan Maklumat Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona Covid-19.
 
"Selama KLB (kejadian luar biasa) Covid-19, yang terlambat bayar pajak sampai tanggal 29 Mei tidak didenda," kata Istiono, Rabu (1/4/2020).
 
Kendati demikian, Istono mengatakan aturan terkait kebijakan dispensasi berupa pembebasan pajak tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Daerah (Pemda) masing-masing. Di sisi lain, kata dia, pihaknya telah mengintruksi kepada jajarannya untuk membantu masing-masing Pemda dalam pelaksanaannya tersebut.
 
"Pajak diatur oleh pemda masing-masing. saya kemarin sudah sampaikan, jajaran Dirlantas agar koordinasi dengan dispenda provinsi masing-masing," katanya.

AYO BACA : Tanggap Darurat COVID-19, Pemprov DKI Gagas Gerakan Belanja dari Rumah

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar