Yamaha

Pemprov DKI Jakarta Kecewa Menhub Bolehkan Bus Beroperasi Normal

  Rabu, 01 April 2020   Fitria Rahmawati
Plt Menteri Perhubungan Luhut Binsar. Instagram: @luhut.panjdaitan
AYO BACA : Kurangi Mobilitas, Pemkot Semarang Rencana Tutup Jalan Protokol 24 Jam

AYO BACA : Hasil Lab Keluar, 2 PDP yang Meninggal di Kota Bogor Positif Covid-19

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kecewa karena Plt Menteri Perhubungan Luhut Binsar masih membolehkan bus beroperasional bebas keluar masuk Jakarta. Luhut padahal melarang warga untuk mudik, namun kebijakan Pemprov DKI membatasi operasional bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), Antar Jemput Antar Provinsi (AJAP), dan Pariwisata, justru ditangguhkan.
 
Penangguhan itu dilakukan Luhut dengan alasan menghitung dampak ekonomi, di atas dampak keselamatan nyawa manusia. Terlebih, DKI Jakarta sudah menjadi zona merah sebagai episentrum penyebaran virus corona.
 
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, pihaknya sudah melakukan sejumlah pertimbangan terkait kebijakan itu. Bahkan pembatasan bus sudah sempat dapat persetejuan.
 
"Sebenarnya untuk pelaksanaan ini kan kita sudah lakukan pembahasan beberapa kali dan terakhir hari Minggu disepakati untuk dilakukan penutupan yang kemarin," ujar Syafrin, Rabu (1/3/2020).
 
Ia mengatakan jika membiarkan orang keluar masuk kota seenaknya hanya akan membahayakan orang lain. Penularan virus corona bisa semakin marak dan meluas ke daerah lain dari Jakarta yang sudah menjadi episentrum atau pusat penyebaran.
 
Ada juga kasus yang merasa tidak punya gejala tapi sebenarnya sudah terkena virus. Mereka, kata Syafrin, menjadi pembawa (carrier) corona.
 
"Perlu dipahami bahwa Jakarta ini sudah jadi episentrumnya wabah covid-19. Yang keluar dari Jakarta itu yang sehat sebetulnya bisa saja sudah terpapar," jelasnya.
 
Tak hanya itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga disebutnya telah melayangkan permintaan untuk karantina wilayah. Alasannya sama, khawatir penyebaran corona dari Jakarta ke daerah lain.
 
"Tanggal 29 kemarin Pak Gubernur juga sudah meminta adanya karantina wilayah untuk mencegah eksodus dari Jakarta keluar atau dari daerah ke Jakarta," kata Syafrin.
 
Karena kebijakan telah dibatalkan, Syafrin hanya bisa pasrah meski ia mengharapkan pembatasan bus dilakukan. Ia menyerahkan keputusannya pada Luhut.
 
"Jakarta kan sudah zona merah, nah ini yang kita harapkan. Tapi nggak apa-apa kita tunggu dulu," pungkasnya.
 
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menunda keputusan Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melarang bus antar kota dan provinsi serta pariwisata beroperasi. Penundaan itu dilakukan sampai ada kajian dampak terhadap ekonominya.
 
Penundaan dilakukan sesuai dengan arahan langsung Menko Maritim dan Investasi yang juga selaku Plt Menteri Perhubungan Luhut Binsar Pandjaitan.
 
"Sesuai arahan dari Menko Maritim dan Investasi selaku Plt Menhub, pelarangan operasional itu ditunda dulu pelaksanannya," kata juru bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, Senin (30/3/2020).

AYO BACA : Thailand Konfirmasi 120 Kasus Baru Corona, Dua Lebih Meninggal

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar