Yamaha

Peneliti Unair Temukan Obat Covid-19, Rektor: Lebih Bagus Dibandingkan Chloroquine

  Rabu, 01 April 2020   Budi Cahyono
Rektor Universitas Airlangga Surabaya, Prof Mohammad Nasih (tengah). [Suara.com/Arry Saputra]

 

SURABAYA, AYOJAKARTA.COM -- Berbagai upaya dilakukan demi mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. Satu di antaranya peneliti dari Universitas Airlangga. 

Mereka mengklaim menemukan lima jenis senyawa untuk mengobati virus corona. Bahkan, senyawa tersebut kini tengah diteliti lebih lanjut di Laboratorium Unair. 

AYO BACA : Pemprov DKI Jakarta Kecewa Menhub Bolehkan Bus Beroperasi Normal

Rektor Unair Prof Muhammad Nasih menyebut, senyawa ini lebih kuat untuk jadi obat penyembuhan bagi pasien positif Covid-19 daripada Avigan dan Chloroquine yang saat ini dipercaya bisa menyembuhkan virus corona. 

“InsyaAllah ini lebih kuat ikatannya dibandingkan dengan Chloroquine untuk penanganan Covid-19. Tapi tidak bisa langsung memproses karena masih ada dua tahapan yang harus dilakukan dengan baik,” ujarnya di Gedung Rektorat Unair pada Rabu (1/4/2020). 

Nasih mengatakan, apabila penelitian lima senyawa tersebut selesai, selanjutnya akan dituangkan dalam artikel di jurnal internasional. Hal itu bertujuan agar penelitian bisa dipercaya dan kredibilitasnya diakui keabsahannya. 

AYO BACA : Corona di Jakarta: 51 Sembuh, 87 Wafat, dan 794 Positif

Jadi akademisi bisa berdebat dan bisa teruji. Isu-isu tentang corona bisa dilakukan dengan tajam dan ilmiah. Saat ini jurnal ilmiahnya dalam proses. Nasih menjelaskan, apabila lima senyawa tersebut mendapatkan koreksi saat perdebatan, maka akan dilakukan uji kembali. 

Sehingga, hasil terbaik nantinya akan menjadi uji coba awal terhadap virus corona. Nanti di tes di ITD Unair yang biasa melakukan tes swab dan PCR. 

“Di sana nanti virus akan dikasih senyawa lalu reaksinya seperti apa sehingga sintetis obat bisa segera dihasilkan dengan sebaik-sebaiknya,” jelasnya. 

“Jadi waktunya enggak bisa langsung cepat karena kami ingin memastikan produk yang akan dihasilkan terpercaya sebagai obat Covid-19. Kita tidak ingin mengeluarkan produk yang belum teruji secara ilmiah,” kata dia.

AYO BACA : Bebas Penjara Karena Corona, Ini Napi yang Tetap Dibui

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar