Yamaha

Dampak Corona, VW Merugi Rp36 Triliun

  Rabu, 01 April 2020   Budi Cahyono
Pesan physical distancing dari Volkswagen. Awaknya disebut social distancing dan kini WHO menggunakan kata jaga jarak atau physical distancing [Volkswagen News].

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM – Pandemi global virus corona sangat dirasakan produsen otomotif di dunia. Salah satu terdampak yakni Volkswagen Group yang mengaku merugi sekitar Rp36 triliun.

Chief Executive Officer (CEO) Volkswagen Group, Herbert Diess mengakui bahwa pihaknya kehilangan sekitar 2 miliar euro atau sekitar Rp36 triliun dalam sepekan. Ia menyatakan bahwa perusahaan asal Jerman ini belum menjual mobil di luar Tiongkok meski permintaan telah meningkat.

AYO BACA : Samsung Galaxy M11 Dirilis Diam-diam, Intip Spesifikasinya

"Kami tidak melakukan penjualan atau mendapatkan laba di luar Tiongkok untuk saat ini. Dan Volkswagen masih harus menutup biaya sekitar 2 miliar Euro per minggu," tutur Herbert Diess dalam sebuah wawancara, seperti dilansir dari Autonews.

Namun demikian, tambahnya, jika pihaknya memilih cara seperti yang dilakukan Korea, Tiongkok atau negara Asia lainnya--yaitu menjual produk ke luar Tiongkok--mungkin akan mampu melewati krisis.

AYO BACA : Dompet Dhuafa Salurkan APD ke Sejumlah RS di Jakarta

"Tapi itu membutuhkan intervensi yang sangat tajam," tukasnya.

Volkswagen saat ini disebutnya sedang berusaha mencari cara untuk melanjutkan bisnis dan pabrik manufaktur agar tetap berjalan dengan efisien. Pasalnya, ada tenaga kerja sebanyak 671 ribu orang dan memiliki 124 pabrik di seluruh dunia dengan 72 di antaranya di Eropa. Adapun 28 di antaranya tersebar di Jerman.

VW Grup saat ini memiliki Audi, Porsche, Seat, Skoda, Bentley, Bugatti, dan Lambordhini. Tidak hanya mobil, raksasa otomotif dunia ini juga membawahi Ducati untuk kendaraan roda dua.

AYO BACA : Mizuiku Targetkan Edukasi 2.500 Anak SD dan Guru di Indonesia

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar