Yamaha

Sejarah Terbentuknya Jakampus Persija, Berawal Diskusi di Jejaring Sosial

  Rabu, 01 April 2020   Hendy Dinata
Jakampus Persija saat mendukung Persija Jakarta (dok Jakampus)

AYO BACA : Jersey dan Sepatunya Terlelang Rp 5,1 Juta, Riko: Puji Syukur

AYO BACA : Persija Perpanjang Waktu Libur, Presiden Klub: Kesehatan Lebih Penting

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Loyalitas dan militansi para The Jakmania dalam mendukung tim kebanggaannya, Persija Jakarta kala bertanding memang tidak perlu diragukan lagi.

Apalagi, seiring semakin berkembangnya ketenaran dan prestasi yang berhasil diraih Macan Kemayoran membuat kelompok-kelompok dan komunitas baru pendukung Persija Jakarta bermunculan.

Kali ini redaksi AyoJakarta mencoba untuk menyusun sejarah terbentuknya komunitas pecinta Persija Jakarta yang beranggotakan mahasiswa dari seluruh kampus di Indonesia, Jakampus Persija.

Jakampus Persija adalah sebuah komunitas pecinta Persija Jakarta yang beranggotakan mahasiswa dari seluruh kampus di Indonesia yang bertujuan untuk mewadahi rasa fanatisme seluruh mahasiswa dalam mendukung Persija Jakarta.

Menurut Arfany Cahya Sakti (Universitas Nasional), Ketua Jakampus Persija saat ini, Jakampus Persija dibentuk berdasar inisiasi dari 4 orang mahasiswa, yakni Putu Hamzah (Universitas Indonesia), Zaki Abdullah (Universitas Indonesia), Adzani Alwianto (Universitas Gunadarma), Izal (Bina Sarana Informatika).

Empat mahasiswa tersebut mengadakan pertemuan di kampus Universitas Indonesia yang setelah sebelumnya berdiskusi terlebih dahulu di jejaring sosial Facebook untuk mengadakan rencana nonton bareng pertandingan kandang Persija di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat.  

"Awalnya diskusi di jejaring sosial facebook, lalu berlanjut di kampus Universitas Indonesia," ujar Arfany Cahya Sakti kepada Ayojakarta, Rabu (1/4/2020).

Setelah menyatukan cita-cita dan tujuan, diskusi berlanjut pada pembahasan nama yang akan digunakan untuk komunitas yang baru akan didirikan tersebut. Suara banyak bermunculan, namun setelah melakukan perundingan maka diresmikanlah nama "Jakampus Persija" .

Nama Jakampus Persija ini diusulkan oleh Putu Hamzah (Universitas Indonesia), Veranto (Universitas Indonesia) dan Adzani Alwianto (Universitas Gunadarma).

Setelah nama untuk komunitas ini ditetapkan, komunitas ini akhirnya diresmikan pada tanggal 30 Oktober 2009 bertepatan dengan pertandingan kandang Persija Jakarta melawan Persebaya Surabaya di SUGBK, Senayan, Jakarta Pusat.

Peresmian tersebut dihadiri oleh beberapa orang dari kampus di sekitar Depok yaitu, Veranto (Universitas Indonesia), Putu Hamzah (Universitas Indonesia), Zaki Abdullah (Universitas Indonesia), Afrari (Universitas Indonesia), Adzani Alwianto (Universitas Gunadarma), Joan (Universitas Gunadarma), Izal (Bina Sarana Informatika) dan beberapa kampus lainnya.

Jakampus Persija sangat identik dengan angka 13 yang mana ini melambangkan tempat atau sektor Jakampus menyaksikan pertandingan home Persija di SUGBK.

"Sektor 13 dipilih dengan pertimbangan view yang lebih nyaman saat akan menyaksikan Persija Jakarta berlaga pada setiap pertandingan yg berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno," kata Arfan.

Hingga saat ini, anggota Jakampus Persija tersebar di 40 kampus yang ada di Jabodetabek, bahkan hingga mencakup kampus di wilayah Cirebon, Purwokerto dan Salatiga.

Jakampus Persija rutin mengadakan kopdar dan berkumpul di wilayah Pancoran, Jakarta Selatan, setiap hari Jumat malam setiap minggunya.  

Sejak pertama kali diresmikan, Jakampus Persija yang kini berusia 10 tahun telah diketuai oleh 10 orang. Berikut nama-nama ketua Jakampus Persija dari periode ke periode:

1. Dzaki Abdullah (Universitas Indonesia) periode 2009 - 2010
2. Rizqy Fahrurrozy ( Yayasan Administrasi Indonesia) periode 2010 -2011
3. Andriyanto Kurnia ( Yayasan Administrasi Indonesia) periode 2011-2012
4. Abuzar Alghifari ( Universitas Nasional) periode 2012-2013
5. Rangga Sekti Sirliawan (UPN Veteran Jakarta) periode 2013-2014
6. Abdilah Syawalludin ( Universitas Islam Negeri Jakarta) periode 2014-2015
7. Rizkon Rayhan ( Universitas Muhammadiyah Hamka) periode 2015-16
8. Septyan Adicahya Sugama (STMT Trisakti) 2016-17
9. Ardianto Nugroho ( Universitas Pamulang) periode 2017-18
10. Fadel Busthomy (Universitas Islam Attahiriyah ) periode 2018-19

AYO BACA : Tanggapan Bek Persija Jakarta Soal Rencana Lockdown DKI

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar