Yamaha

RS Swasta yang Tangani Pasien COVID-19 Keluhkan Keterlambatan Pembayaran BPJS

  Kamis, 02 April 2020   Khoirur Rozi
Wakil Presiden Maruf Amin, menjawab pertanyaan wartawan di kantornya. (Tribunnews.com/Rina Ayu)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Rumah sakit swasta yang menangani pasien terkait Covid-19 meminta komitmen dan kepastian dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. 

Mereka cemas pembayaran tagihan terlambat yang berdampak gangguan pada penanganan pasien.

Hal itu diungkapkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, saat berdialog dengan Wakil Presiden, Maruf Amin. 

Menurut Anies, saat ini ada 70 rumah sakit yang menangani kasus Covid-19. Kebanyakan adalah rumah sakit swasta.

"Ada satu permintaan yang mungkin perlu menjadi perhatian dari pemerintah. Dari 70 rumah sakit, kebanyakan adalah swasta. Mereka harapkan dukungan BPJS agar tidak ada keterlambatan di dalam pembayaran tagihan-tagihannya," kata Anies, Kamis (2/4/2020).

Anies menerangkan, rumah sakit swasta membutuhkan dana cash untuk operasional sehari-hari. Jika pembayaran terlambat, tentu akan memengaruhi pelayanan kesehatan, khususnya terhadap pasien Covid-19.

"Mereka harus bergerak cepat mengelola cash flow-nya. Tidak mudah, sebab (pasien) yang harus ditangani jumlahnya banyak. Jadi memastikan bahwa tidak ada keterlambatan pembayaran penting sekali, supaya mereka tetap mau menerima kasus Covid-19," jelasnya.

Merespons Anies, Maruf Amin sepakat tidak boleh ada keterlambatan pembayaran rumah sakit. Dia pun meminta tunggakan yang sudah jatuh tempo segera dibayar. 

"Tentang BPJS, memang dalam rapat bebrapa waktu lalu kami sudah minta supaya tunggakan yang sudah jatuh tempo di rumah sakit itu supaya dibayarkan," katanya.

Menurut Maruf, saat ini tunggakan rumah sakit sudah dikalkulasi. Dia pun berharap agar perkara ini segera diselesaikan agar penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit bisa maksimal.

"Mudah mudahan tunggakan tunggakan BPJS bisa diselesaikan. Saya sangat mendukung dan memang saya sudah menyampaikan usulan juga. Ini bagian yang menjadi prioritas," ungkap Wapres.

Catatan Redaksi: Jika anda merasakan gejala klinis awal COVID-19 seperti batuk, bersin, demam, dan kesulitan bernapas, untuk memastikannya atau mengetahui informasi yang benar perihal virus ini bisa menghubungi nomor hotline Posko KLB Dinkes DKI baik melalui sambungan telepon maupun Whatsapp:  081388376955. Sementara, untuk nomor kegawatdaruratan dapat menghubungi 112 atau 119.

Bagi masyarakat di luar Jakarta, bisa menghubungi nomor hotline Kementerian Kesehatan RI di 021-5210411 atau nomor 081212123119.
 
Pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang efektif adalah rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Hand sanitizer dengan kadar alkohol 70-80 persen adalah alternatif.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar