Yamaha

RSUD Tangerang Jelaskan Kronologi Jurnalis Meninggal Diduga Terjangkit Corona

  Kamis, 02 April 2020   Fitria Rahmawati
ilustrasi. shutterstock
AYO BACA : Ini Rahasia Korut Terbebas dari Corona

AYO BACA : Jurnalis dengan Gejala Covid-19 Meninggal Usai 'Ditolak' RS Rujukan

TANGERANG, AYOJAKARTA.COM - Belum lama ini terkuak kisah pilu seorang jurnalis senior yang diduga meninggal akibat terjangkit Covid-19. DR, sang istri dari jurnalis bernama Willy Dreeskandar meninggal usai terkatung-katung dan ditolak 5 rumah sakit. Ia bahkan diterlantarkan selama 5 jam tanpa diberi perawatan di Tangerang.
 
Meninggalnya Willy karena tak mendapat pertolongan medis dibantah oleh pihak RSUD Kabupaten Tangerang. Humas, Mohamad Rifki mengatakan pihaknya tidak menelantarkan pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona atau Covid-19.
 
Sebelum meninggal, pimpinan redaksi sekaligus pendiri majalah otomotif tersebut sempat membagikan unggahan lewat akun Twitter pribadinya, @WillyF16. Dalam unggahannya tersebut, Willy membalas cuitan Presiden Joko Widodo terkait sulitnya mendapat penanganan di Rumah Sakit rujukan yakni RSUD Kabupaten Tangerang.
 
Sontak cuitan Willy tersebut menjadi viral karena akun Twitter Jokowi tak menggubris cuitan Willy. Apalagi tak lama kemudian, Willy dinyatakan meninggal dunia.
 
Rifki awalnya menjelaskan kronologi saat mendiang Willy dibawa ke RSUD Tangerang.
 
"Perkenankan kami menjelaskan kronologis pelayanan terhadap Tuan W.D sebagai berikut. Pasien datang pada hari Jumat tanggal 20 Maret 2020 jam 18.00 ke IGD RSU Kabupaten Tangerang, dengan rujukan lepas dari salah satu RS swasta dengan diagnosis Pneumonia, suspek Covid-19," kata Mohamad Rifki saat dihubungi Suara.com - jaringan Ayojakarta.com, Kamis (2/4/2020).
 
Menurutnya, pasien Willy diterima dan ditangani di ruang transit khusus  pasien dalam pengawasan (PDP) oleh dokter jaga IGD. Kondisi pasien sadar penuh dan hemodinamik stabil. Kemudian pasien dikonsuktasikan ke dokter spesialis penyakit dalam dan hasilnya Willy dinyatakan berstatus PDP indikasi rawat inap.
 
"Pasien sudah diedukasi untuk menunggu petugas menyiapkan ruang isolasi tempat pasien akan dirawat. Pada saat ruang rawat inap isolasi sudah siap jam 22.45 wib, petugas akan memindahkan pasien tersebut. Akan tetapi pasien sudah tidak ada di tempat," kata dia.
 
Rifki menambahkan, setelah itu petugas menghubungi pasien melalui telepon, dan tersambung, disarankan untuk kembali ke RSU Kabupaten Tangerang, akan tetapi pasien tidak kembali.
 
"Informasi yang diperoleh, pasien sudah dirawat di salah satu RS swasta, pada malam itu juga. Demikian penjelasan kami, untuk klarifikasi berita yang sudah beredar," katanya.
 
Lebih lanjut, memang diakui Rifki bahwa ada kesalahan persepsi dalam kasus yang sudah viral tersebut. Ia membantah kalau RSUD Kabupaten Tangerang menelantarkan secara sengaja Willy sebagai PDP COVID-19.
 
"Insyaallah, kami sama sekali tidak berniat untuk menelantarkan," tandasnya.
 
Terpisah, Istri almarhum Willy, yakni DR enggan memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kasus yang menimpa suaminya tersebut. DR mengatakan saat ini hanya ingin beristirahat menenangkan pikiran.
 
"Saya hanya mau istirahat saja," kata DR kepada Suara.com

AYO BACA : Denda Rp100 Juta bagi Pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar