Yamaha

Cara Mencuci Baju supaya Bebas Covid-19

  Jumat, 03 April 2020   Fitria Rahmawati
ilustrasi menjemur baju. shutterstock
AYO BACA : Jelang Akhir Pekan, IHSG Menguat

AYO BACA : Setelah Hancur Lebur, Harga Minyak Dunia Naik 10%

JAKARTA, AYOJAKARTA.OM - Jangan biasakan menumpuk pakaian kotor terlalu banyak di rumah. Wabah corona membuat warga dunia lebih memperhatikan kebersihan, gaya hidup sehat, serta lebih waspada terhadap penularan penyakit. Mencuci baju, menjadi salah satu aktifitas yang wajib untuk diperhatikan, terutama cara mencuci baju agar terhindar dari virus Covid-19.
 
Mengutip laman Asia One, General Manager Jeeves yang membidangi layanan binatu di Hongkong, Ryan Merszei mengatakan, aturan utama agar virus tidak berdiam diri terlalu lama di pakaian adalah dengan langsung mencucinya.
 
"Pakaian itu harus dalam proses pembersihan yang mendalam seperti mencuci pakaian dengan air deterjen atau dry cleaning," ujar Ryan, Kamis (2/4/2020).
 
Di sisi lain, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan, cara efektif mencuci baju adalah menggunakan air hangat.
 
Sedangkan NHS di Inggris menyarankan mencuci pakaian dengan suhu 40 hingga 60 derajat celcius atau setara 104 hingga 140 derajat fahrenheit, tentu menggunakan deterjen dengan kualitas baik.
 
Di sisi lain ada yang mengatakan jika pemutih lebih baik untuk permukaan keras, tapi sayangnya pakaian akan rusak. Tapi langkah itu tetap disarankan untuk mendisinfeksi pakaian tertentu.
 
Adapun jika tidak bisa langsung mencuci pakaian, maka cara terbaiknya adalah simpanlah di kantong yang bersih atau keranjang untuk nanti dicuci. Kemudian, pastikan tidak lupa mencuci bersih keranjang setelah kosong.
 
Selain itu, mesin uap juga akan membantu memberishkan pakaian dan mengurangi kuman dengan suhu di atas 75 derajat celcius atau setara 176 fahrenheit.
 
Catatan, tidak semua pakaian harus diperlakukan demikian, hanyalah pakaian yang digunakan untuk keluar dari rumah. Dan jangan lupa mencuci tangan seusai aktifitas mencuci baju.
 
"Sejauh ini bukti menunjukkan, lebih sulit untuk menghilangkan virus di permukaan lunak (seperti kain) daripada permukaan keras yang sering disentuh, seperti tombol lift atau gagang pintu," ujar Lisa Maragakis, Direktur Pencegahan Infeksi Johns Hopkins.

AYO BACA : Karyawan Pegadaian Pusat Meninggal Terkonfirmasi Covid-19

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar