Yamaha

Karyawan Vivanews dan TvOne Belum Terima Gaji

  Jumat, 03 April 2020   Fitria Rahmawati
Bidik layar poster digital serikat pekerja Viva. (Sumber Foto: Instagram Serikat Pekerja Viva)
AYO BACA : Kenaikan Pangkat di Bakamla RI Berlangsung Secara Vidcon

AYO BACA : Belarasa Derita Pekerja Informal

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Kondisi memprihatinkan dialami para karyawan yang bekerja untuk Vivanews.com dan tvOne, perusahaan yang dikelola VIVA Networks (PT VIVA Media Baru). Hingga kini karyawan group perusahaan milik Aburizal Bakrie itu belum menerima kejelasan kapan gaji bulan Maret akan dibayarkan.
 
Ketua Solidaritas Pekerja VIVA (SPV), Setyo A Saputro mengatakan, hal ini diawali dengan pengumuman pertama dari pihak manajemen yang disampaikan pada 26 Maret 2020 lalu. Dalam pengumuman dikabarkan bahwa gaji untuk bulan Maret akan dibayarkan antara tanggal 31 Maret atau 1 April karena alasan pandemi COVID-19, sehingga dana dari pihak ketiga terlambat masuk.
 
Pengumuman itu sudah membuat karyawan resah, karena sesuai kebijakan perusahaan, gaji seharusnya dibayarkan pada tanggal 29 setiap bulannya.
 
Namun, pada tanggal 31 Maret 2020, perusahaan kembali memberi surat pemberitahuan yang mengabarkan bahwa perusahaan belum mampu membayarkan gaji karyawan. Kali ini, dengan penambahan waktu hingga tanggal 7 April 2020.
 
"Sampi hari ini karyawan VIVA Networks belum juga menerima tanda-tanda gaji akan dibayarkan," kata Setyo dalam keterangan persnya, Kamis (3/4/2020).
 
Sementara, kondisi pandemi makin meluas, seruan work from home makin diketatkan, dan gerak makin terbatas. Akibatnya, banyak karyawan VIVA Networks yang mengaku terpaksa berhutang untuk memenuhi kebutuhan pokok dan menyambung hidup hingga gaji dibayarkan.
 
Di tengah kondisi seperti itu, karyawan VIVA Networks masih berusaha mengedepankan profesionalitas dengan tetap bekerja semaksimal mungkin. Meski uang untuk membayar pulsa internet dan mencukupi kebutuhan keluarga didapat dari hasil pinjaman atau terpaksa menggunakan tabungan pribadi.
 
"Kalau kondisinya begini, bagaimana kami bisa bekerja di rumah dengan tenang? Kami ini ingin kerja, kok malah dikerjain? Di tengah pandemi seperti ini, kami butuh uang buat memenuhi kebutuhan pokok atau vitamin. Belum lagi banyak kawan-kawan yang masih punya bayi yang harus dijaga gizi dan kesehatannya," ujar Setyo.
 
Apalagi, sudah sejak setahun lalu, karyawan VIVA Networks, yang bekerja untuk VIVAnews.com, VIVA.co.id, Sahijab.com, 100kpj.com, intipseleb.com, VLIX.id dan jagodangdut.com, kerap terlambat menerima gaji. Kondisi tersebut, seringkali terjadi pada posisi manajer ke atas. Sementara denda keterlambatan gaji seperti yang diatur dalam UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, tak pernah dibayarkan.
 
BPJS Ketenagakerjaan Karyawan Tak Dibayar
 
Setyo menambahkan, selain gaji yang telat, BPJS Ketenagakerjaan karyawan sudah 2 tahun lebih tak dibayarkan oleh pohak perusahaan.
 
"Selain gaji yang kerap terlambat, BPJS Ketenagakerjaan kami juga tak dibayar sejak Juli 2018," ungkapnya.
 
Selama ini, karyawan bersama serikat berusaha menyelesaikan masalah ini melalui jalur internal dengan pihak managemen. Mereka berusaha menjadi mitra bagi perusahaan dan berusaha menjalin hubungan baik.
 
"Kami sering melayangkan surat kepada perusahaan, juga berusaha menenangkan kawan-kawan anggota untuk tak mengambil tindakan yang merugikan. Namun, perusahaan sepertinya abai dengan upaya kami," kata Setyo.

AYO BACA : Pemkab Bekasi Siapkan 4 Lokasi Karantina Kesehatan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar