Yamaha

Cegah Virus Corona, Pemerintah Singapura Tutup Kantor dan Sekolah

  Jumat, 03 April 2020   Budi Cahyono
Singapura (dok Ayobandung)

SINGAPURA, AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah Singapura mengambil kebijakan untuk menutup kantor-kantor dan sekolah. Hal itu menyusul melonjaknya kasus positif virus corona di negara tersebut.

Sementara itu, semua sekolah akan dialihkan dengan metode pembelajaran di rumah. Semua itu akan berlaku mulai 7 April 2020 mendatang. Menurut Perdana Menteri Lee Hsien Loong, hal itu dilakukan untuk memutus mata rantai dan mencegah peningkatan infeksi virus corona. 

“Kecuali untuk sektor ekonomi utama dan layanan penting - seperti perusahaan makanan, pasar dan supermarket, klinik, rumah sakit, utilitas, transportasi dan layanan perbankan utama - semua tempat kerja lainnya akan ditutup,” kata PM Lee, seperti dilansir dari Strait Times.

AYO BACA : Update: 95 Orang Tenaga Medis di Jakarta Positif COVID-19, Satu Orang Meninggal Dunia

Pemerintah memutuskan untuk mengambil langkah seperti itu, karena data menunjukkan terjadi peningkatan konstan 50 kasus baru per hari selama dua minggu terakhir, meskipun ada upaya dari pihak berwenang untuk mencegah wabah tersebut.

Awalnya, banyak kasus baru diimpor dari luar negeri, sebagian besar warga Singapura yang kembali. “Kemudian minggu lalu, kami mulai memiliki lebih banyak kasus lokal. Selain itu, meskipun penelusuran kontak kami baik, untuk hampir setengah dari kasus ini, kami tidak tahu di mana atau dari siapa orang itu tertular virus,” jelasnya.

Meski situasi tetap terkendali, Pemerintah Singapura telah memutuskan untuk membuat langkah tegas sekarang untuk mencegah peningkatan infeksi.

AYO BACA : Polisi Kembali Tangkap Penyebar Hoaks Corona di Bogor

“Melihat tren, saya khawatir bahwa kecuali kita mengambil langkah-langkah lebih lanjut, segalanya akan berangsur-angsur menjadi lebih buruk, atau kelompok besar lainnya mungkin mendorong hal-hal di ujung tombak,” tambahnya.

Setelah berdiskusi dengan satuan tugas multi-kementerian, ia mengatakan bahwa Pemerintah telah memutuskan untuk mengambil langkah-langkah yang lebih ketat.

“Kami telah memutuskan bahwa alih-alih mengencangkan secara bertahap selama beberapa minggu ke depan, kita harus membuat langkah tegas sekarang, untuk mencegah infeksi yang meningkat. Karena itu kita akan menerapkan langkah-langkah yang jauh lebih ketat,” tegasnya.

Ini akan membantu mengurangi risiko wabah besar yang terjadi, dan itu juga akan membantu menurunkan angka-angka kita secara bertahap. “Ini pada gilirannya akan memungkinkan kita untuk melonggarkan beberapa langkah. Pemutus sirkuit ini akan berlaku selama satu bulan, sebagai contoh awal,” tutupnya. 

AYO BACA : Liga Muslim Dunia Kucurkan Rp4,2 Miliar Bantu Jakarta Tangani Covid-19

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar