Yamaha

Pandemik Corona, Kejagung Tembus 10 Ribu Lebih Perkara Pidana Disidang Via Vicon

  Minggu, 05 April 2020   Widya Victoria
Jajaran Kejaksaaan Agung saat teleconference

JAKARTA SELATAN, AYOJAKARTA.COM -- Kejaksaan Agung (Kejagung) mengumumkan lebih dari 10 ribu perkara pidana telah disidang secara online atau pakai video conference selama musim pandemic Virus Corona (Covid-19).

Sampai Jumat sore (3/4/2020) tercatat sebanyak 10.517 perkara pidana telah dibawa ke persidangan secara online oleh Jaksa dari 344 Kejaksaan Negeri (Kejari).

Data penanganan perkara itu pun telah disampaikan Jaksa Agung ST Burhanudin saat melakukan video conference (vicon) dengan seluruh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) se Indonesia dari Rumah dinas Jalan Denpasar, Jakarta Selatan.

Jaksa Agung mengapresiasi para jaksa meski peralatan seadanya tetap semangat berkoordinasi dengan aparat penegak hukum lainnya menyelenggarakan sidang melalui teleconference.

“Sidang dengan teleconference itu merupakan prestasi penegak hukum Indonesia ditengah wabah virus corona. Di kala di belahan dunia lain banyak pengadilan ditutup, di Indonesia masih dapat dilaksanakan. Keberhasilan sidang ini telah saya laporkan ke Pak Presiden,” ujar Jaksa Agung di hadapan para peserta vicon.

Sementara itu menurut Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM Pidum) Dr Sunarta, adanya lonjakan perkara yang diselesaikan melalui sidang vicon. Ini terjadi akibat jadwal sidang yang sebelumnya ditunda, semua akhirnya terlaksana. 

Menurut Jampidum Sunarta, saat pertama berlangsung tanggal 30 dan 31 Maret 2020 lalu, baru tercatat 1.502 perkara yang disidangkan. Sisanya tujuh perkara pidana khusus. Kemudian tanggal 1, 2 dan 3 April sidang pengadilan dengan teleconference bertambah tujuh kali lipat sehingga mencapai 10.517 perkara.

Mantan Kajati Jawa Timur itu menyebutkan, dari 10.517 perkara yang disidangkanberdasarkan laporan Kepala Pusat Data Statistik Kriminal dan Teknologi Informasi (Kapus Daskrimti) Kejaksaan Agung Didik Farkhan, ada di antaranya perkara tindak pidana khusus sekitar 60 perkara.

Jajaran di Pidum Kejaksaan Agung, kata Sunarta, terus memberikan dukungan kepada para jaksa di daerah dalam pelaksanaan sidang vicon ini. Selain sidang perkara, jaksa-jaksa di daerah ternyata bersama aparat penegak hukum lain, seperti hakim, kepolisian dan rutan atau lapas, di tengah wabah virus corona, banyak melakukan inovasi dan improvisasi dengan bantuan teknologi onformasi.

“Saya mendapat laporan untuk menghindari kontak langsung dengan tahanan, karena harus social distancing, saat penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik dilakukan dengan vicon. Termasuk saat memeriksa tersangka itu,” tutur Sunarta.

"Bahkan, ada satu Kejari, kalau tidak salah Kejari Karangasem, Bali untuk pelimpahan berkas perkara ke Pengadilan telah melaksanakan melalui aplikasi online," sambungnya. 

Berkas Perkara yang dilimpahkan bukan berupa fisik lagi (tumpukan kertas), tetapi sudah dalam berbentuk pdf, sehingga paperless.

“Ini sesuai Instruksi Jaksa Agung Nomor 3 Tahun 2020 di point 10 yang menginstruksikan agar dimulai mewajibkan penyidik mengirim Berkas Perkara dalam bentuk Pdf. Untuk menuju proses peradilan yang modern memang harus berani memulai,” ujar Sunarta.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar