Yamaha

Patroli Siber Bidik Penyebar Hoaks Virus Corona hingga Penghina Presiden

  Minggu, 05 April 2020   Budi Cahyono
Ilustrasi hoaks. (Shutterstock)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tengah serius membidik para penyebar berita bohong alias hoaks dan penghina presiden di tengah pandemic virus corona. Langkah tersebut dinilai untuk menjaga stabilitas keamanan nasional.

Instruksi itu dikeluarkan oleh Kapolri Jenderal Pol Idham Azis melalui Surat Telegram itu bernomor ST/1100/IV/HUK.7.1./2020 tanggal 4 April 2020 yang ditandatangani Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo.

AYO BACA : Kementerian Agama: Perayaan Paskah di Rumah Masing-masing

"ST ini bersifat jukrah sekaligus perintah untuk dipedomani dan dilaksanakan," bunyi kutipan surat telegram tersebut yang diterima pada Minggu (5/4/2020).

Dalam surat tersebut disoroti beberapa hal yang akan diawasi oleh Bareskrim Siber Polri mulai dari penyebaran berita bohong alias hoaks terkait Virus Corona atau Covid-19, penipuan penjualan alat-alat kesehatan secara online, hingga penghinaan terhadap presiden dan pejabat pemerintah.

AYO BACA : 10 Juta Pelanggan Prabayar Sudah Dapat Nikmati Token Listrik Gratis

Untuk pelaku penyebaran hoaks terkait Corona dan kebijakan pemerintah dalam mengantisipasi pandemi Covid-19, penyidik menggunakan Pasal 14 dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Kemudian untuk penipuan penjualan alat kesehatan lewat online terancam Pasal 45 A ayat (1) juncto Pasal 28 ayat (1) UU ITE.

Sementara untuk kasus penghinaan terhadap presiden dan pejabat pemerintah dikenakan Pasal 207 KUHP.

Selain itu, Polri juga berkoordinasi dengan para penyedia layanan internet yang akan melakukan perawatan ketahanan akses data selama pandemi Virus Corona atau Covid-19.

AYO BACA : Update Covid-19: Sembuh Bertambah 14 Orang, Pasien Positif 2.273 Orang

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar