Yamaha

Warga dari Zona Merah Covid-19 Diduga Banyak Lolos Pemeriksaan di Cianjur

  Minggu, 05 April 2020   Budi Cahyono
Sejumlah bus memasuki wilayah Kabupaten Cianjur. (Ayobandung.com/Muhammad Ikhsan)

CIANJUR, AYOJAKARTA.COM  -- Warga yang berasal dari kota zona merah Covid-19 diduga banyak yang lolos tanpa pemeriksaan di perbatasan Kabupaten Cianjur. 

Satu keluarga dari Kecamatan Karangtengah yang positif Covid-19 hasil rapid test menjadi salah satu contoh kasusnya. Berdasarkan penelusuran Ayobandung.com, jaringan AyoMedia, sejumlah warga Cianjur yang bekerja di Jakarta sudah pulang ke rumah masing-masing tanpa terdeteksi petugas.

Bahkan warga Jakarta yang berlibur ke Cianjur banyak ditemukan lepas dari pemeriksaan. Seorang warga Cianjur yang enggan menyebutkan identitasnya mengatakan, empat orang teman anaknya dari Jakarta sudah sepekan berlibur di rumahnya.

“Iya ada teman anak saya berlibur di Cianjur, semuanya warga Jakarta. Keempatnya sudah tinggal di rumah selama sepekan,” katanya.

AYO BACA : Prihatin Wabah Covid-19, Kader PDIP Kota Semarang Sumbangkan 100% Gaji Tiga Bulan

Warga yang berdomisili di Kecamatan Cilaku ini juga kebingungan menghadapi para tamu anaknya tersebut. “Saya bingung aja, di pemberitaan sekarang warga Jakarta yang di Cianjur harus melapor ke pemerintah,” ucapnya.

Kisah lain, seorang pemuda asal Tanggeung yang sudah lama bekerja di Jakarta juga terpaksa pulang kampung ke Cianjur karena tempatnya bekerja ditutup.

“Saya kepaksa pulang, karena gak ada kerjaan di Jakarta. Daripada diam di Jakarta, biaya hidup lebih mahal, mendingan di kampung,” katanya, yang juga tidak menyebutkan identitas.

Dia mengaku pulang ke Cianjur bersama teman-temannya dengan menyewa mobil dari Jakarta. Saat masuk ke wilayah Cianjur, menurutnya tidak ada pemeriksaan petugas.

AYO BACA : Prihatin Wabah Covid-19, Kader PDIP Kota Semarang Sumbangkan 100% Gaji Tiga Bulan

“Mungkin waktu itu subuh, jadi tidak ada pemeriksaan,” terangnya.

Seorang sopir bus tujuan Jakarta yang ditemui Ayobandung.com juga mengaku hanya sekali diperiksa oleh petugas. Keesokan harinya ia tidak melewati pemeriksaan apapun.

“Waktu itu ada pemeriksaan, semua KTP penumpang diambil dan diperiksa suhu tubuh. Udah sekali aja, besoknya lagi tidak ada pemeriksaan,” ungkapnya.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Cianjur Yusman Faisal membenarkan kasus satu keluarga positif Covid-19 dari hasil rapid test menjadi contoh bagaimana warga dari zona merah berada di Cianjur tanpa diketahui kedatangannya.

“Saya meminta aparatur mulai dari RT, RW, desa, kelurahan dan kecamatan pro-aktif jika ada warga yang baru datang dari kota zona merah Covid 19, seperti Jakarta, Depok, Bekasi, Bogor, Bandung dan lainnya, agar segera didata dan dilaporkan untuk diperiksa,” kata Yusman, Minggu (5/4/2020).

Bahkan Yusman mengusulkan pembentukan Satgas Covid-19 mulai dari tingkat RT dan RW yang bertugas mendata dan melaporkan pada tim kesehatan kecamatan.

“Saya kira akan efektif dalam mengantisipasi mewabahnya Covid 19 ini, karena ada pantauan dari tingkat waktu,” ungkapnya. (Muhammad Ikhsan)

AYO BACA : Update Covid-19: Sembuh Bertambah 14 Orang, Pasien Positif 2.273 Orang

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar