Yamaha

Diciduk Saat Pandemi, 3 Ribu Warga Janji Tak Keluyuran

  Senin, 06 April 2020   Fitria Rahmawati
Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono. (Suara.com/Arga)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Sejak pertama kali Maklumat Kapolri soal social distancing diberlakukan, Polisi sudah menciduk 3 ribu warga yang nekat keluyuran saat pandemi corona. Mereka diwajibkan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatan tersebut. 

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Argo Yuwono mengatakan, 3 ribu orang itu tidak ditahan, hanya membuat surat pernyataan saja. Dari angka tersebut, Argo menyebut sebanyak 18 orang sudah diamankan di Polda Metro Jaya karena tidak mengindahkan imbauan petugas saat dibubarkan.

AYO BACA : 10.873 Kerumunan Dibubarkan Polisi Selama Pandemi Corona

"Ada sekitar 3.000 -an ya, masyarakat yang diminta untuk membuat pernyataan. Pernyataan agar tidak mengulangi lagi dengan adanya virus pandemi ini," kata Argo di Kantor BNPB, Jakarta Timur,  Senin (6/4/2020).

Argo menambahkan pihak kepolisian juga mencatat sudah membubarkan kerumunan masyarakat sebanyak 10.873 kali.

AYO BACA : TPU Khusus Pasien Covid-19 Jakarta Kini Dijaga Ketat

"Pembubaran massa atau kerumunan ada 10.873 kalau kita bubarkan," ucap Argo.

Diketahui, Kapolri Jenderal Idham Azis sudah mengeluarkan maklumat Maklumat bernomor Mak/2/III/2020 tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus Corona COVID-19 pada Kamis (19/3/2020) lalu.

Maklumat itu mengatur agar kegiatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak baik di tempat umum dan di lingkungan sendiri ditiadakan.

AYO BACA : Bebas Ganjil Genap, Tilang e-TLE Tidak Kendur

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar