Yamaha

Ratusan Hotel di Kota Bandung Tutup Sementara, Ini Penjelasan PHRI Jabar

  Senin, 06 April 2020   Budi Cahyono
Ilustrasi hotel. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Ratusan hotel di Kota Bandung mulai menghentikan operasional mereka untuk sementara sejak akhir Maret lalu. Hal ini terjadi karena penurunan jumlah pengunjung hotel secara drastis pasca-wabah corona datang ke Indonesia.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jabar, Herman Muchtar mengungkapkan industri perhotelan sebenarnya sudah mulai mengalami penurunan omzet pada pertengahan Februari lalu saat wabah virus corona mulai merebak di Indonesia.

Sampai pada akhirnya, seruan untuk melakukan social distancing pun digaungkan oleh pemerintah. Hal ini membuat sebagian besar pengusaha hotel kehilangan pengunjung mereka.

AYO BACA : Hipmi Jaya Minta Anies Bentuk Gugus Tugas Ekonomi Khusus DKI

"Jadi sebenarnya gerakan ini sudah mulai pada pertengahan Februari kan. Penerbangan dibatasi, hotel sudah mulai terjadi pergeseran pre-order. Sampai pada pertengan Maret itu hotel mulai menutup satu persatu, karena memang tamunya itu gak ada. Jadi tamunya gak ada sedangkan satu sisi karyawan harus dibayar," kata Herman kepada Ayobandung.com, jaringan AyoMedia, Senin (6/4/2020).

Herman menerangkan, hingga awal April ini sudah lebih dari 120 hotel di Kota Bandung yang melaporkan telah menutup sementara operasional mereka. Data tersebut, belum ditambah dengan para pengusaha hotel yang belum memberikan laporan kepada PHRI Jabar.

"Jadi sekarang ini di Jabar sudah hampir 650 hotel. Di Bandung ini 120 lebih, karena banyak juga hotel yang gak melaporkan kalau ditutup. Yang ada itu kan yang sudah tercatat datanya hotel mana saja," terangnya. 

AYO BACA : bank bjb Ikut Beri Keringanan Kredit pada Debitur Terdampak Corona

Penurunan jumlah pengunjung hotel, tambahnya, berdampak pula terhadap nasib karyawan yang terpaksa harus dirumahkan tanpa gaji atau dibatasi hari kerjanya.

Hal ini dilakukan, karena para pengusaha hotel tidak memiliki pemasukkan yang cukup untuk membayar gaji karyawan. 

"Terjadilah dampaknya terhadap karyawan hotel. Kalau hotel tidak ada pemasukkan bagaimana dia bayar karyawan? Jadi kita prihatin kepada karyawan yang harus dirumahkan. Sebentar lagi mau ada Lebaran kan, ada THR dari mana si pengusaha hotel ambil dana untuk itu?," jelas Herman.

Herman meminta kepada para pengusaha hotel, untuk tetap menjaga komunikasi dengan karyawannya. Menurutnya, harus ada keterbukaan dan rasa saling mengerti antarkedua belah pihak untuk menyikapi kondisi saat ini. 

"Dalam kondisi sekarang, kita harus saling merasakan. Owner juga harus merasakan jadi seorang karyawan yang dirumahkan tanpa gaji.

Nah, di satu sisi si karyawan pun harus paham dalam kondisi seperti ini bagaimana si majikan mau bayar saya? Sedangkan pemasukan pun gak ada," ungkapnya. (Vina Elvira)

AYO BACA : Rp 16.556, Rupiah Masih Loyo

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar