Yamaha

Di Tengah Pandemi Corona, Ekspor Sarung Produksi Tegal Meningkat

  Senin, 06 April 2020   Budi Cahyono
Karyawan PT Asaputex Jaya tengah sibuk mengepak sarung, Sabtu (4/4/2020). (Ayotegal/Lilisnawati)

AYO BACA : bank bjb Ikut Beri Keringanan Kredit pada Debitur Terdampak Corona

AYO BACA : Hipmi Jaya Minta Anies Bentuk Gugus Tugas Ekonomi Khusus DKI

TEGAL, AYOJAKARTA.COM -- Di tengah pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, banyak perusahaan yang memilih menutup usahanya. Namun, berbeda dengan perusahaan sarung PT Asaputex Jaya yang beralamat di Jalan Gajahmada, Kota Tegal.

Perusahaan yang memproduksi sarung dari alat tenun bukan mesin (ATBM) ini justru mengalami peningkatan pesanan. Bukan hanya dalam negeri, permintaan dari luar negeri juga tinggi.

Pemilik perusahaan PT Asaputex Jaya, Jamaludin Al Katiri mengatakan, kenaikan permintaan sarung dari luar negeri mencapai 20% pada Maret ini, seperti dari Afrika dan Timur Tengah.

"Jadi umpama dulu kita mengirim tiga kontainer ke Afrika, kini menjadi empat kontainer," ungkapnya, Sabtu (4/4/2020).

Hanya saja, yang menjadi masalah yaitu proses pengirimannya. Menurutnya, jika pengiriman ke Afrika butuh waktu satu bulan, setelah ada korona bisa mencapai dua bulan.

"Selama ada corona memang tidak memengaruhi pesanan kita, hanya saja masalah pengiriman yang tertunda karena banyak jasa ekspedisi yang sudah tutup," ujarnya

Sementara itu, permintaan dalam negerinya hanya mengalami kenaikan sebanyak 10%.

"Di dalam negeri juga proses pengiriman terhambat. Misalnya pengiriman antarpulau, jika dulu bisa mengirim pesanan tiap hari sekali, kini seminggu sekali," ucapnya. 

Untuk mencukupi pesanan, pihaknya juga menambah jumlah karyawan sebanyak 20%, khususnya tenaga tenun. 

"Kita ada tambahan karyawan sebanyak 20%. Selama corona ini, kita berlakukan kerja di rumah. Jadi 20% bekerja di pabrik, 80% bekerja di rumah, seperti menenun. Pokoknya apa yang bisa dikerjakan di rumah kita kerjakan di rumah," pungkasnya. (Lilisnawati)

AYO BACA : Ratusan Hotel di Kota Bandung Tutup Sementara, Ini Penjelasan PHRI Jabar

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar