Yamaha

PSBB Berjalan, Pengemudi Ojol Harapkan Bantuan Tunai dan Pemeriksaan COVID-19 Gratis dari Pemerintah

  Selasa, 07 April 2020   Hendy Dinata
Petugas polisi mengimbau sekelompok pengemudi ojek online yang masih berkumpul pada dini hari di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, untuk membubarkan diri demi mencegah penularan COVID-19. (Twitter @TMCPoldaMetro)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta sudah disetujui oleh Kementerian Kesehatan.

Salah satu aturan social distancing yang diterapkan PSBB itu adalah larangan terhadap angkutan roda dua berbasis aplikasi atau ojek online untuk mengangkut penumpang selama masa PSBB.

Para pengemudi ojek online hanya diperbolehkan untuk melakukan layanan angkut antar barang. Hal tersebut dilakukan guna meminimalisir penyebaran COVID-19 di Jakarta khususnya.

Salah seorang pengemudi ojek online, Andhika Pradana (35), mengungkapkan kekecewaannya atas larangan tersebut. Ia akui, sebelum larangan tersebut diterbitkan saja penghasilannya telah merosot drastis akibat pandemi COVID-19 melanda Tanah Air.

"Menurut saya sangat merugikan, karena tanpa dilarang pun orderan sudah menurun, sepi, jarang sekali customer menggunakan jasa kami semenjak wabah corona merebak," ujar Andhika kepada Ayojakarta, Selasa (7/4/2020).

Ia akui penghasilannya merosot hingga 50-70 persen per hari sebelum larangan diterapkan.

"Ya, menurun hingga 50-70 persen, merosot drastis saat wabah corona mulai," sesalnya.

Andhika mengungkapkan, ia dan rekan-rekannya sesama pengemudi ojek online lebih berharap pemerintah menemukan jalan keluar dari pendapatan mereka yang menurun drastis semenjak anjuran physical distancing digaungkan.

Ia menyebut contoh kebijakan Bantuan Langsung Tunai (BLT), bantuan pokok untuk menutupi kebutuhan pokok sehari-hari, serta layanan kesehatan bagi para driver ojol atau pengecekan COVID-19 secara gratis.

"Berharap ada kompensasi dan bantuan langsung tunai dari pemerintah. Alangkah baiknya jika dilakukan pemeriksaan kesehatan kepada kami, karena kami sangat beresiko untuk terpapar," ungkao Andhika.

Catatan Redaksi: Jika anda merasakan gejala klinis awal COVID-19 seperti batuk, bersin, demam, dan kesulitan bernapas, untuk memastikannya atau mengetahui informasi yang benar perihal virus ini bisa menghubungi nomor hotline Posko KLB Dinkes DKI baik melalui sambungan telepon maupun Whatsapp:  081388376955. Sementara, untuk nomor kegawatdaruratan dapat menghubungi 112 atau 119. 

Bagi masyarakat di luar Jakarta, bisa menghubungi nomor hotline Kementerian Kesehatan RI di 021-5210411 atau nomor 081212123119.  

Pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang efektif adalah rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Hand sanitizer dengan kadar alkohol 70-80 persen adalah alternatif.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar