Yamaha

Jangan Stres, Coba Tips Atur Keuangan Ini Selama Corona Belum Reda

  Rabu, 08 April 2020   Editor
Ilustrasi (blog.e-mas)

AYOJAKARTA.COM -- Ramadhan dan lebaran sebentar lagi tiba. Namun, tahun ini situasinya akan terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya lantaran virus corona (COVID-19) telah menyerang Tanah Air. 

Penyebaran virus corona pun tak bisa diremehkan karena karakternya gampang menular dan belum ditemukan vaksin atau anti virusnya.

Oleh sebab itu, pemerintah mengimbau tegas kepada seluruh masyarakat untuk melakukan perlindungan antara lain berada di rumah, bekerja dan beribadah dari rumah, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer serta menjaga jarak (social and physical distancing). Tujuannya, memutus mata rantai penyebaran COVID-19. 

Terbaru, masyarakat diimbau keras agar tidak mudik atau pulang kampung dulu agar penyebaran COVID- 19 tidak semakin meluas.  

Musibah pandemik COVID-19 yang terjadi saat ini jelas membuat kita semua pusing tujuh keliling. Apalagi semua rencana yang telah disiapkan seperti mudik dan berlibur lebaran di kampung terpaksa batal demi keselamatan diri dan keluarga. 

Belum lagi imbas corona terhadap keuangan. Bisa jadi kondisi keuangan Anda saat ini sedang ‘ketat’ atau ‘kering’ karena efek kebijakan WFH (work from home) atau kelesuan ekonomi. Sementara itu, pengeluaran untuk biaya hidup, sekolah, hingga cicilan bulanan terus berjalan.

Lalu apa yang sebaiknya dilakukan di tengah situasi sulit seperti saat ini? 

Pertama-tama, Anda tak perlu panik atau stres berlebihan. Ingat, jaga daya tahan tubuh Anda agar tetap sehat. Menyoal keuangan, dilansir dari Cermati.com, ada tips keuangan yang bisa dipraktikkan selama corona belum reda. Apa saja itu? Berikut ulasannya:

Buat Anggaran Keuangan Khusus

Mulailah mencatat keuangan kebutuhan keluarga

Membuat catatan anggaran keuangan di saat krisis itu penting supaya kita mendapat gambaran dengan jelas apa saja yang dibutuhkan dan berapa biayanya selama masa di rumah saja.

Lakukan simulasi hitungan biaya hidup selama dua hingga tiga bulan ke depan. Upayakan belanja kebutuhan pokok seminggu sekali dan usahakan memilih belanja online ketimbang offline guna meminimalisir kontak dengan orang lain di luar rumah. 

Berikan urutan pengeluaran berdasarkan prioritas. Caranya, tempatkan urutan teratas adalah pos biaya yang paling penting, lalu diurutan paling bawah adalah biaya yang tidak begitu penting dan sifatnya opsional.

Berikut contoh anggaran keuangan:

Pos 1: biaya kebutuhan bahan pokok selama masa Ramadan dan Lebaran seperti beli beras, sayur-mayur, lauk-pauk, susu dan popok anak.
Pos 2: biaya perlindungan diri dari corona virus seperti beli masker, hand sanitizer, suplemen vitamin atau herbal (madu/empon-empon/jahe/temulawak dan kawan-kawannya).
Pos 3: biaya wajib bulanan seperti bayar sekolah anak, asuransi, cicilan KPR/mobil/motor dan kartu kredit.
Pos 4: biaya kebutuhan sehari-hari seperti biaya jajanan Anda dan anak-anak, perlengkapan mandi, cuci, kebersihan rumah dan lain sebagainya.  
Pos 5: biaya khusus ramadan dan lebaran seperti zakat, infak, angpau keluarga, THR pembantu/pengasuh anak.
Pos 6: biaya tambahan agar Anda betah di rumah bersama keluarga. Misalnya, membeli tanaman dan alat-alat berkebun, membeli alat-alat memasak kue, atau membeli laptop untuk anak agar lancar belajar di rumah.  
   
Setelah membuat urutan pos-pos keuangan, tentukan juga bujet atau anggaran yang diperlukan. Dari sini, Anda bisa mengetahui berapa kisaran dana yang dibutuhkan selama situasi covid19 berlangsung. Selanjutnya, cek sumber dana/biayanya. Apakah Anda memiliki cukup uang tabungan / simpanan dana darurat? Atau, kondisinya Anda tak punya tabungan sama sekali dan hanya mengandalkan gaji bulanan saja?

Butuh Dana Tambahan Untuk Situasi Mendesak?

Ada kala dalam hidup kita dihadapkan dengan situasi sulit, serba tak terprediksi (unpredicted). Seperti situasi yang terjadi saat ini dimana Anda tak pernah menyangka bahwa serangan virus corona bisa membuat Anda dan keluarga harus tetap berada di rumah saja. 

Dari sisi finansial, Anda juga pasti tak siap dengan perubahan akibat corona. Padahal selama ini Anda sudah berhemat dan mengelola uang dengan baik supaya bisa menabung dana darurat namun tetap kurang atau belum cukup.

Hal yang utama yang perlu Anda lakukan ialah menjaga kesehatan dan keselamatan keluarga. Buatlah mereka bahagia dan tenang di tengah situasi sulit seperti ini. 

Lindungi dan Bahagiakan Keluarga

Ingat Anda tak perlu panik maupun bersedih. Hadapi semuanya dengan tegar dan percaya wabah virus corona akan segera berlalu dan semuanya akan kembali normal. Yang terpenting, saat ini lindungi diri dan keluarga dengan baik dan nyaman selama ramadan dan lebaran di rumah saja.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar