Yamaha

900 Ribu Sudah Mudik, 1,3 Juta Orang Berpotensi Mudik saat Wabah

  Selasa, 14 April 2020   Fitria Rahmawati
ilustrasi kepadatan mudik di jalan raya. shutterstock
AYO BACA : Masa PSBB, Terminal Kampung Rambutan Diawasi Ketat

AYO BACA : Aesler Banjir Orderan dan IPO Naik 180 Persen di Tengah Pandemi COVID-19

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Agus Taufik Mulyono mengungkap, data yang dia dapat dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) saat ini sebanyak 900 ribu orang sudah melakukan mudik. Sisanya, ada 2,6 juta potensi pemudik di mana 50% dari mereka adalah aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai BUMN yang sudah dilarang mudik. Artinya, masih ada 1,3 juta warga bukan dari kalangan ASN yang berpotensi mudik di tengah pandemi cowona.
 
"Sisanya, ada 1,3 juta orang dianggap ada potensi mudik. Ke mana mereka menyebar? Jabar 13%, Jateng 33%, DIY 7,8%, Jatim 20%, Sumatera Lampung 8%," ujar Agus kepada wartawan lewat Video Conference di Jakarta, Selasa (14/4/2020).
 
Agus mengatakan, alasan masyarakat mudik pun bermacam-macam. Dari 1,3 juta orang yang berpotensi mudik itu terdiri tiga kelompok. Pertama, kelompok yang memang nekat mudik karena merupakan tradisi tahunan.
 
Kedua, kelompok nekat mudik dengan alasan tak lagi mendapatkan pendapatan di kota-kota besar.
 
"Ketiga bersikeras mudik karena permintaan orang tua dan keluarga. Ini yang ada di dalam 1,3 juta itu," ucap Agus.
 
Dengan kondisi seperti ini, Profesor dari Universitas Gadjah Mada ini meminta pemerintah cepat mencermati. Karena, jika terlambat maka penyebaran virus corona akan menyebar luas.
 
"Inilah yang perlu dilihat dampak mudik Jateng Jatim dan Jabar, Jateng DIY jadi derah ODP atau penularan baru atau daerah wabah baru kalau misalkan mudik ini tidak ditangani pemerintah," pungkas Agus.

AYO BACA : Pandemi Corona, Softbank Rugi Rp108,75 Triliun

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar