Yamaha

Teriak Tak Kuat Pegangan, Ternyata Ada Bocah Bergelantungan di Kabel Sutet

  Jumat, 17 April 2020   Fitria Rahmawati
Seorang anak bergelantungan di kabel listrik. (Ist)

TENGERANG, AYOJAKARTA.COM - Seorang bocah ketahuan sedang bergelantungan di kabel sutet setelah warga mendengar teriakan minta tolong karena tak kuat lagi berpegangan. Bocah tersebut bernama Nadin (8), yang sedang bermain di sekitar rumahnya di kawasan Desa Kadu Jaya, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten.

Cerita tersebut bermula saat Nadin bermain di sekitar tiang sutet pada Kamis (16/4/2020) sore. Kabel yang akan dipasang masih menyentuh tanah, kemudian ditarik di tiang sutet setinggi 15 meter. Bocah itu memegangi kabel, dan ikut tertarik ke atas. Namun, saat perlahan tubuhnya naik, ia tak berani melepasnya.

Berdasarkan rekaman video amatir yang beredar, bocah tersebut menjerit-jerit meminta pertolongan warga.

“Tolong, aku udah enggak kuat pegangan. Mau turun,” teriak Nadin yang terus bergelantung sekuat tenaga dengan kedua tangannya.

AYO BACA : Jadwal Penerbangan Berkurang, Permintaan Bahan Bakar Pesawat Turun 72%

Warga yang melihat kemudian berusaha menolong bocah tersebut. Di antaranya mencari alas untuk bocah tersebut jika loncat.

“Jangan loncat! Jangan dilepas ya! Ayo kasur mana kasur, tangkep” teriak beberapa warga yang terus mengikuti kemana Nadin bergelantung.

Saat dikonifrmasi, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Kosrudin membenarkan peristiwa tersebut.

Dijelaskan Kosrudin, awalnya bocah bernama Nadin ini tengah bermain di area proyek pemasangan kabel SUTET yang tak jauh dari rumahnya.

AYO BACA : Meluncur di Tanah Air, Cek Spesifikasi dan Harga Oppo A12

“Dia enggak tahu kalau kabel itu mau ditarik, anaknya gelantungan pada saat kabel masih rendah, tapi lama kelamaan ketarik sampai tinggi, dia enggak berani lepas,” kata Kosrudin melalui pesan singkatnya, Jumat (17/4/2020).

Kemudian sejumlah warga sudah siaga di bawah lengkap dengan matras menyuruh Nadin untuk melepaskan genggamannya. Beruntung salah seorang penjual kopi, berhasil menangkapnya.

“Terjun bebas, ditangkap warga. Tapi anaknya masih sadar, mungkin ada cidera ringan. Makanya langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dicek semuanya,” ujar Kosrudin.

Selain memang kesalahan ada pada orangtua yang tidak mengawasi anaknya, Kosrudin pun mengaku kecewa dengan petugas PLN yang tidak menempatkan personel setiap beberapa meter untuk mengawasi pengerjaan pemasangan kabel tersebut.

“Petugas yang tarik itu kan dari jarak jauh, beberapa kilometer dari titik awal. Dikiranya cuma kebun atau lahan kosong, yang ternyata ada rumah penduduk, seharusnya ada pengawasan setiap beberapa meter agar tidak ada warga yang mendekat,” katanya.

AYO BACA : Pemerintah Berhemat Rp 5,5 Triliun dari Pangkas THR ASN

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar