Yamaha

31 Orang Utan Dilepasliarkan

  Jumat, 17 April 2020   Fitria Rahmawati
Anak orangutan melihat ke arah orangutan dewasa di gendongan induknya, saat datang ke tempat pemberian makan di Camp Leakey, Taman Nasional Tanjung Puting. Foto: Republika/Hazliansyah

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Sejak Januari hingga April 2020, sudah ada 31 orang utan yang telah dilepasliarkan ke sejumlah kawasan konservasi. Hal itu dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama lembaga mitra.

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Indra Exploitasia memerinci selama kurun itu, 18 orang utan dilepaskan di Taman Nasional Tanjung Puting. Sembilan orang utan dilepas di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, tiga orang utan dilepas di Taman Nasional Gunung Palung, dan satu orang utan dilepas di wilayah kerja BKSDA Aceh.

AYO BACA : PSBB Jabodetabek Pengaruhi Ekonomi Nasional

"Satwa liar memiliki fungsi dan peran penting dalam relung ekologi. Oleh karenanya, kita perlu menjaga, dan melestarikan alam beserta isinya. Konservasi orangutan menjadi kebutuhan, demi kelestarian salah satu satwa kebanggaan Indonesia," kata Indra.

Pelepasliaran orang utan paling terkini dilakukan oleh UPT Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, Balai Taman Nasional Tanjung Puting, dan Orangutan Foundation International (OFI) pada Selasa (14/4/2020) di Taman Nasional Tanjung Puting, Pangkalan Bun.

AYO BACA : Bupati Bogor Surati Kemenhub, Minta Setop KRL

Petugas BKSDA Kalimantan Tengah, Balai Taman Nasional Tanjung Puting, dan OFI melepasliarkan satu orang utan jantan sehat berusia sekitar 25 tahun dengan berat badan 80 kilogram di Taman Nasional Tanjung Puting.

Pelaksana Tugas Kepala BKSDA Kalimantan Tengah Andi M Khadafi mengatakan orang utan tersebut merupakan hasil penyelamatan pada 9 April 2020, setelah petugas menerima laporan dari warga Desa Tanjung Putri mengenai kehadiran orang utan di sekitar desa.

Tim BKSDA Kalimantan Tengah bersama OFI segera turun ke lokasi untuk melakukan penyelamatan. "Upaya penyelamatan berhasil dilakukan selama kurang lebih tiga jam. Setelah berhasil melakukan rescue (penyelamatan), satwa tersebut dibawa ke Orangutan Care Center Quarantine (OCCQ) untuk diperiksa kesehatannya sebelum dilepasliarkan," ujar Andi.

AYO BACA : Teriak Tak Kuat Pegangan, Ternyata Ada Bocah Bergelantungan di Kabel Sutet

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar