Yamaha

Tenaga Medis Jakarta Kekurangan Masker N95, APD Lainnya Masih Aman

  Senin, 20 April 2020   Aldi Gultom
Masker N95 (atas) dan masker bedah. (shutterstock/kompas.com)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Tenaga kesehatan di DKI Jakarta kekurangan pasokan masker N95. Kalaupun stoknya ada, harga masker jenis itu sangat tinggi.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan, saat ini masker N95 sulit ditemukan di pasaran dan harganya cenderung melonjak.

"Kami terus berupaya mencari barangnya, tapi belum sesuai kebutuhan yang kami perlukan. Kebutuhan N95 untuk bulan Mei diprediksi masih cukup tinggi, sekitar 800.000 buah. Faktor kesulitannya adalah ketersediaan barang dan harga yang tidak stabil," ujar Ani, Senin (20/4/2020).

Dinas Kesehatan DKI Jakarta terus berupaya menjaga ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap bagi tenaga medis yang menangani COVID-19. Menurut Ani, stok APD jenis lain relatif aman, seperti pelindung mata (goggles), masker bedah, sarung tangan pelindung (gloves), penutup kepala (cap), pelindung sepatu (shoe cover), celemek medis (apron), gaun (gown), sarung tangan (handscoon), pelindung wajah (face shield) sampai dengan sepatu boot.

"Baju hazmat sampai sejauh ini masih cukup kebutuhannya. Pengadaan juga sudah ada, tinggal tunggu datang, jadi mungkin masih relatif aman. Cuma yang agak berat masker N95," terangnya.

Dinas Kesehatan terus berusaha memenuhi kebutuhan APD di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) seperti rumah sakit, Puskesmas, Ambulans Gawat Darurat (AGD) dan Labkesda, melalui APBD juga distribusi dari Gugus Tugas COVID-19 tingkat nasional.

"Kami juga mengelola donasi APD yang masuk dan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dalam hal penerbitan rekomendasi izin impor dari BNPB," terang Ani.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar