Yamaha

Hari Bumi, Ada Hikmah di Balik Wabah Corona

  Rabu, 22 April 2020   Fitria Rahmawati
Sebagai ilustrasi Hari Bumi: kini perayaan Hari Bumi berbeda dari biasanya. Tahun 2020 bumi dihadapkan melawan wabah virus corona. (Kartun 'Dunia Melawan Virus Corona' karya Muhammad Nasir/ Ayosemarang.com)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Peringatan hari bumi 2020 terlihat berbeda. Tidak ada aksi di jalanan, tidak ada perayaan bersama membersihkan sampah dan menanam pohon, atau kampanye menjaga bumi. Kini, bumi dalam kondisi melawan virus corona.

Meski demikian, warga dunia bisa mengambil sisi positif dari wabah yang kini masih menimpa bumi. Dilansir DW Indonesia, setidaknya ada 5 sisi positif wabah virus Corona Covid-19 bagi lingkungan, termasuk di antaranya turunnya tingkat polusi udara secara drastis hingga satwa liar yang keluar ke jalan di wilayah perkotaan.

Simak selengkapnya berikut ini ya!

1. Kualitas udara membaik

Berhentinya sebagian besar kegiatan industri mengurangi tingkat polusi udara. Bahkan, citra satelit mengungkapkan adanya penurunan yang signifikan terhadap tingkat global nitrogen dioksida (NO2), yakni gas yang dihasilkan dari mesin mobil dan pabrik manufaktur komersil yang menjadi penyebab buruknya kualitas udara di banyak kota besar.

AYO BACA : Peringati Hari Bumi 2020 ala Google Doodle, Pentingnya Lebah

2. Emisi berkurang

Seperti NO2, emisi karbon dioksida (CO2) juga telah berkurang di masa pandemi Covid-19. Ketika kegiatan ekonomi terhenti, emisi CO2 mengalami penurunan.

Terakhir kali hal ini terjadi pada saat krisis keuangan tahun 2008 – 2009. Di China, emisi karbon dioksida turun sekitar 25% ketika kuncian atau lockdown diterapkan, menurut Carbon Brief. Namun perubahan ini hanya bersifat sementara.

3. Dunia baru untuk satwa liar

Beberapa binatang cenderung bermunculan akibat ketidakhadiran manusia. Berkurangnya kendaraan yang melintas di jalanan membuat mahluk kecil seperti landak muncul dari hibernasinya.

AYO BACA : Libatkan Tokoh Dunia, Hari Bumi Diperingati 24 Jam

Binatang mungil ini lebih aman dari kemungkinan terlindas mobil. Sementara spesies lainnya seperti bebek mungkin bertanya-tanya kemana semua orang pergi dan perlu mencari sumber makanan lain selain remah roti di taman.

4. Menarik perhatian pada perdagangan satwa liar dunia

Konservasionis berharap pandemi Covid-19 akan membantu mengekang perdagangan satwa liar global, yang menjadi penyebab kepunahan sejumlah spesies.

Wabah ini kemungkinan berasal dari pasar hewan Wuhan, yang menjual hewan hidup dan merupakan pusat bagi satwa liar yang diperdagangkan secara legal dan ilegal. Perlu tindakan keras terhadap perdagangan satwa liar hidup.

5. Saluran air mengalir jernih

Tak lama setelah Italia memberlakukan lockdown, sebuah foto kanal yang jernih di Venesia tersebar ke seluruh dunia.

Dengan bersandarnya kapal pesiar untuk sementara waktu, lautan juga mengalami penurunan polusi suara sehingga menurunkan tingkat stress mahluk laut seperti ikan paus, dan membuat migrasi yang lebih tenang.

AYO BACA : 3 Astronot akan Kembali ke Bumi Saat Pandemi Corona

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar