Yamaha

Survei KedaiKOPI: Kesigapan Pemerintah Tangani COVID-19 Dapat Skor 7

  Rabu, 22 April 2020   Khoirur Rozi
Direktur Eksekutif KedaiKOPI, Kunto Wibowo. (Ayobandung.com)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Lembaga riset KedaiKOPI (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia) merilis survei "Opini Publik Jabodetabek Tentang PSBB dan Mudik di Masa Darurat Covid-19". 

Survei ini dilakukan sepanjang 14 hingga 19 April 2020, dengan melibatkan 405 responden dari 2.324 panel responden KedaiKOPI.

Data pertama yang dirilis adalah tentang persepsi publik terhadap pemerintah pusat dan daerah dalam menangani Covid-19. Responden menilai kesigapan pemerintah pusat dengan angka 7,37 (dari angka 1 sampai 10). Sementara pemerintah daerah mendapatkan nilai rata-rata 7,73.

Responden juga disodorkan pertanyaan terkait efektivitas kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Dari total responden, rata-rata menyatakan efektif dengan skor 8,40 dari angka 1 sampai 10.

"Jadi semua responden kami tanya, seberapa efektif kegiatan-kegiatan yang menghambat Covid-19. Hasilnya, persepsi paling efektif adalah pembatasan transportasi, penutupan fasilitas umum. Dan yang paling dianggap kurang efektif adalah pembatasan kegiatan keagamaan," kata Direktur Eksekutif KedaiKOPI, Kunto Wibowo, dalam diskusi online yang digelar sejak siang tadi.

KedaiKOPI juga merilis hasil survei tentang mudik hari raya. Dari total responden, sebanyak 200 orang merupakan pendatang yang berpotensi mudik. Ketika ditanya apakah berencana mudik pada hari raya Idul Fitri, sebanyak 29 persen menyatakan iya. Sementara 41,5 persen tidak mudik dan 29,5 persen ragu-ragu.

"Kami melakukan survei ini sebelum ada larangan mudik dari pemerintah. Nah, responden yang menyatakan ragu-ragu kami follow up, ternyata 30 persen menunggu keputusan pemerintah apakah boleh mudik atau tidak, nah yang 20 persen menunggu corona mereda. Lalu, 15 persen bilang tergantung keuangan. Kemudian sisanya, ada juga yang khawatir ditolak di kampung halaman," jelas Kunto.

Kunto berharap, survei yang dilakukan lembaganya bisa membantu pemerintah dalam menangani Covid-19. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar