Yamaha

Senator Jakarta: PSBB Diperpanjang, Saatnya Beri Sanksi Tanpa Peringatan

  Kamis, 23 April 2020   Aldi Gultom
Ilustrasi - Suasana jalan protokol di hari pertama penerapan PSBB di DKI Jakarta. (Okezone/Arie Dwi Satrio)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Angka positif Covid-19 di Ibu Kota masih terus bertambah. Di sisi lain, tetap banyak warga masyarakat maupun perusahaan yang tidak mengindahkan larangan-larangan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). 

Karena itu, wajar Pemprov DKI Jakarta memutuskan memperpanjang pelaksanaan PSBB selama 28 hari, dimulai pada 24 April sampai 22 Mei 2020.

Menurut Anggota DPD RI (Senator) dari DKI Jakarta, Fahira Idris, inilah konsekuensi kebijakan PSBB yang masih memberi ruang bagi masyarakat beraktivitas tetapi dibatasi secara ketat. Tentu, PSBB membutuhkan durasi lebih dari 14 hari jika ingin memberi dampak signifikan terhadap penurunan angka Covid-19. 

Namun, penurunan penularan virus corona hanya bisa terjadi jika semua elemen masyarakat, termasuk pemilik perusahaan, disiplin menaati larangan selama PSBB.

"Suka atau tidak suka, pendemi Covid-19 ini membuat kita harus mundur selangkah dengan tujuan agar kita bisa maju dua langkah. Larangan-larangan dalam PSBB pasti membuat produktivitas kita menurun. Namun, pilihan ini harus kita lakukan. Itulah kenapa disiplin menjadi kunci agar langkah kita nanti lebih ringan dan bisa maju dua langkah,” ujar Fahira Idris lewat keterangan persnya, (Kamis, 23/4/2020)

Menurut Fahira, fase pertama PSBB di DKI Jakarta (10 April-23 April 2020) seharusnya sudah sangat cukup menjadi masa edukasi dan proses penyadaran bagi publik akan pentingnya menjalankan kewajiban PSBB. 

Ia berharap, tidak ada lagi pelanggar terjadi dalam fase kedua yang akan berlangsung sampai 22 Mei 2020. Ia menyarankan, jika masih ada warga maupun perusahaan yang tidak menghiraukan larangan Pemprov DKI selama PSBB, tindakan dan sanksi tegas sudah bisa diterapkan tanpa harus ada peringatan.

"Tujuan utama dari PSBB ini agar terus terjadi penurunan kasus Covid-19, sehingga Jakarta bisa lepas dari status zona merah. Semakin disiplin dan kooperatif kita menjalankan PSBB ini secara ketat dan bertanggungjawab, maka semakin cepat tujuan tersebut tercapai,” pungkas Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI ini.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar