Yamaha

Bogor, Depok, dan Bekasi Perpanjang PSBB dengan Catatan

  Senin, 27 April 2020   Husnul Khatimah
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim (Ayobogor.com/Husnul Khatimah)

BOGOR TENGAH, AYOJAKARTA.COM -- Lima wilayah penyangga DKI Jakarta yakni Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi sepakat memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) 

“Kita sepakat semua, kepala daerah Bodebek, semuanya hadir kecuali Kota Depok, Intinya menyetujui perpanjangan tapi dengan catatan karena ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan yang dinilai belum bisa mengoptimalkan pelaksanaan PSBB itu sendiri,” ujar Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, Senin (27/4/2020) dilansir dari AyoBogor.

Dedie menyebutkan, seperti tercantum di Permenkes nomor 9 tahun 2020 tentang pedoman pelaksanaan PSBB agar dilaksanakan dengan konsisten.

“Kan ada sektor yang dikecualikan, ada yang tidak dikecualikan. Nah yang tidak dikecualikan ini, keinginan kita adalah agar Kementerian Kesehatan berkoordinasi juga dengan kementerian lain supaya tidak ada tumpang tindih izin. Dalam kenyataannya ada rekomendasi-rekomendasi operasional perusahaan dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, ya, jadi itu salah satunya,” jelasnya.

Menurut Dedie masih ada risiko-risiko penyebaran di dalam perusahaan tersebut, meskipun menerapkan social dan physical distancing. 

"Kemudian yang kedua, kita juga minta ada beberapa poin di dalam Permenkes itu yang juga dievaluasi betul, seperti pembatasan moda transportasi untuk menekan tingkat risiko penyebaran COVID-19,” tambahnya.

Dedie menyatakan, daerah-daerah juga mengusulkan pelaksanaan PSBB di Jabodetabek harus diberlakukan bersamaan agar bisa terlihat efektivitasnya. 

“Supaya tidak ada jeda waktu yang berbeda-beda. Bahkan kalau memungkinkan lagi disambung dengan wilayah Bandung Raya. Paling tidak ukuran yang akan kita capai akan sama, baik kualitatif maupun kuantitatif. Selama ini ada jeda waktu lima hari, ada jeda waktu satu minggu. Perlu ada kesepakatan, perlu ada arahan dari pemerintah pusat bagaimana kemudian diambil langkah supaya ada kesamaan langkah supaya efektivitasnya lebih terlihat,” ujar Dedie.

Sementara itu Bupati Bogor, Ade Munawaroh Yasin menegaskan bahwa daerah-daerah Bodebek menginginkan adanya rapid test bagi para penumpang transportasi publik secara acak untuk menjaring carrier atau pembawa virus.

“Lalu harus ada pengawasan yang ketat secara bersama-sama, terutama untuk daerah-daerah perbatasan. Jadi kami ingin diberi kewenangan bagaimana cari kami untuk membatasi orang-orang yang keluar masuk ke wilayah-wilayah kami. Berikan kewenangan juga kepada kami untuk memberikan sanksi kepada pelanggar yang sampai saat ini masih sifatnya belum tegas, masih persuasif berupa teguran. Ingin ada sanksi yang maksimal agar pelaksanaan PSBB ini mampu menurunkan angka penyebaran covid-19,” kata Ade. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar