Yamaha

Jangan Biarkan Puasa Ramadanmu Sia-sia

  Rabu, 29 April 2020   Editor
Ilustrasi puasa ramadan

Melaksanakan puasa di bulan Ramadan merupakan kewajiban setiap muslim. Selama sebulan menjalankan puasa, tentu diri kita merasakan suasana yang tak biasa. Di mana, kita dituntut untuk senantiasa menahan lapar dan haus sedari fajar menyingsing hingga terbenam matahari. Hal tersebut merupakan suatu perjuangan dan tantangan kehidupan. 

Namun perlu diketahui bahwa belum tentu ibadah shaum kita diterima oleh Allah Subhanahu Wa ta'ala. Apa sebab? Simak pembahasan berikut ini yang disadur dari Umma.

Ciri-Ciri Puasa yang Tidak Terima Allah

Kisah ini terjadi pada diri Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Saat itu malam hari raya seperti biasanya Rasulullah SAW dan para sahabat membaca Takbir, Tahmid dan Tahlil di Masjidil Haram. Saat sedang bertakbir, tiba-tiba Rasulullah SAW keluar dari kelompok dan menepi ke arah dinding. Kemudian Rasulullah SAW mengangkat kedua tangannya (layaknya orang berdoa) saat itu Rasulullah SAW mengatakan amin sampai tiga kali.

Setelah Rasulullah SAW mengusapkan kedua tangan di wajahnya (layaknya orang selesai berdoa) para sahabat mendekati dan bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang terjadi sehingga engkau mengangkat kedua belah tanganmu sambil mengatakan amin sampai tiga kali?” Jawab Rasulullah SAW “Tadi saya didatangi Jibril dan meminta saya mengaminkan doanya.”
“Apa gerangan doa yang dibacakan Jibril itu ya Rasulullah?” tanya sahabat. Kemudian Rasulullah SAW menjawab, “Kalau kalian ingin tahu inilah doa yang disampaikan Jibril dan saya mengaminkan”:

1. Anak yang durhaka kepada orangtua

“Ya Allah SWT saya memohon kepada kepadaMu, jangan Engkau terima puasanya anak yang durhaka kepada ibu dan bapaknya,” doa Jibril. Doa itu langsung diamini oleh Rasulullah.

Tidak semua orang itu orangtua, tapi sudah pasti seorang anak. Setinggi apapun pangkat atau kedudukan anak, bahkan memiliki banyak harta namun kalau sudah menyakiti orangtua, Jibril mendoakan dan diamini oleh Rasul agar puasa tidak diterima Allah SWT.

2. Istri yang durhaka kepada suami

“Ya Allah SWT saya memohon kepada kepadaMu, jangan Engkau terima puasanya istri yang durhaka kepada suami,” doa Jibril. Doa itu langsung diamini oleh Rasulullah.

Mungkin wanita ada yang bertanya, bagaimana jika suami yang durhaka kepada istri. Poinnya, suami ini pemimpin rumah tangga, dan bakal diminta pertanggungjawaban atas istrinya. Surah Al-Baqaroh ayat 187 berbunyi, “Suami istri bagaikan pakaian.” Kalau suami istri bagaikan pakaian, sudah pasti untuk menutupi. Suami dan istri harus saling menutupi kekurangan masing-masing.

3. Muslim yang tak mau memaafkan saudaranya sesama muslim

“Ya Allah SWT saya memohon kepada kepadaMu, jangan Engkau terima puasanya muslim yang tak mau memaafkan saudaranya sesama muslim,” doa Jibril. Doa itu kembali diamini oleh Rasulullah.

Umroh juga melancarkan rezeki Anda selain menjadi tamu Allah. Yuk temukan paketnya cuma di Umroh.com!

Memaafkan lebih berat dari minta maaf, tapi memberi maaf lebih mulia daripada meminta maaf. Biasanya saat Idul Fitri halal bi halal, saling maaf memaafkan. Halal bi halal itu bahasa Arab yang di Arab sendiri tak ada tradisi itu. Asal kata dari Halalun bi halalin, artinya halal dengan halal. Maksudnya, kemarin si A menyakiti B dan itu haram, maka sekarang saat halal bi halal, tolong dihalalkan, tolong dimaafkan. Ini untuk memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.

Orang sufi mengajarkan, tak ada dosa kecil kalau di tumpuk terus menerus, tak ada dosa besar jika setiap hari di-gempur Istigfar. Rasulullah bersabda, “Silaturahmilah kau kepada orang yang marah denganmu, bahkan dengan orang yang pelit sekalipun.”

Kebiasaan Buruk yang Puasanya Tidak Diterima

Ada beberapa kebiasaan nih yang perlu kita hindari agar ibadah kita bisa diterima dan pahala bisa kita dapatkan, di antaranya.

1. Pamer atau riya dalam beribadah

Kebiasaan pertama yang seringkali kita lakukan baik disengaja maupun tidak adalah kebiasaan pamer. Untuk urusan pamer ini sendiri, sebenarnya tidak semua orang yang update status atau blak-blakan bilang dia sedang puasa adalah tanda bahwa dia riya’. Karena, riya’ atau pamer ini sangat erat kaitannya dengan niat di dalam hati orang yang bersangkutan. Makanya, setiap kali melakukan apapun, niat merupakan hal yang harus terus kita perbaiki agar terhindar dari sifat pamer.

2. Lalai ketika melaksanakan suatu ibadah

Penyebab puasa tidak diterima Allah selanjutnya adalah lalai. Lalai di sini maksudnya adalah beribadah tapi tidak sepenuh hati. Misal, ketika puasa, kita memang tidak makan dan tidak minum. Tapi jika ternyata kita juga tidak melaksanakan shalat wajib, sibuk dengan urusan dunia, maka sama aja puasa kita tidak akan diterima.

3. Berlebihan dalam sahur, berbuka, atau bahkan dalam berpuasa

Segala hal yang berlebihan itu tidak dianjurkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Berlebihan saat sahur, misal dengan makanan yang sangat banyak hingga sakit perut, ini bisa membuat puasa kita menjadi berkurang nilai pahalanya. Atau, saat berpuasa kita perpanjang hingga waktu isya adalah tanda kita berlebihan dalam berpuasa. Padahal, sudah jelas bahwa anjuran untuk berbuka adalah di waktu maghrib. Wah, tidak perlu sampai begini juga lho, ya.

4. Melakukan hal yang dilarang saat berpuasa puasa tidak diterima Aallah

Hal yang dilarang saat berpuasa di luar makan dan minum adalah mengikuti hawa nafsu. Contohnya seperti berbohong, berduaan dengan yang bukan mahram, bergosip, dan masih banyak lainnya. Ini nih yang bisa bikin ibadah puasa kita tidak diterima. Biasanya sih, hal-hal seperti ini seringkali luput dari perhatian kita. Yuk lebih mendekatkan diri kepada Allah di bulan suci ini.

5. Banyak mengeluh

Terakhir, tapi cukup sering kita lakukan adalah mengeluh. “Duh, lapar” atau “Duh, haus” adalah bentuk keluhan yang paling sering diucapkan ketika puasa nih. Hayo, siapa yang suka begini. Coba deh mulai sekarang kalimat keluhannya diganti dengan ucapan-ucapan baik seperti “alhamdulillah” atau “masya Allah”. Mengandung nilai pahala loh.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar