Yamaha

Dalam 9 Hari, Polda Metro Paksa 9.462 Kendaraan Putar Balik ke Jakarta

  Minggu, 03 Mei 2020   Editor
Ilustrasi larangan mudik

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Direktorat lalu lintas Polda Metro Jaya mencatat hingga hari kesembilan Operasi Ketupat Jaya 2020, sebanyak 9.462 kendaraan dipaksa putar balik ke daerah asal. Data tersebut dihimpun dari 24 April-2 Mei 2020.

"Masih banyak yang menerobos untuk mudik tapi tetap kami paksa untuk putar balik," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (3/5/2020). 

Pihak Dirlantas masih terus memantau arus lalu lintas pemudik dari 18 pos pengamanan terpadu. Dua di antaranya berada di Tol Bitung dan Tol Cikarang Barat. Sementara 16 pos pengamanan terpadu yang lain tersebar di jalan arteri di wilayah Jakarta, Depok Tangerang, Bekasi (Jadetabek).

Sambodo menambahkan saat ini jumlah kendaraan yang disekat melalui pos pengamanan terpadu di Tol Cikarang Barat dan Tol Bitung serta pos pengamanan di jalan arteri pada Jumat (24/4) berjumlah 1.873 pelanggar, Sabtu (25/4) berjumlah 1.292 pelanggar, Ahad (26/4) ada 875 pelanggar. Begitu juga pada Senin, (27/4) ada 882 pelanggar.

Sementara itu, jumlah pelanggar kembali mengalami peningkatan pada Selasa (28/4) menjadi 886 pelanggar. Lalu, Rabu (29/4) ada 1.907 pelanggar, Kamis (30/4) ada 842 pelanggar, Jumat (1/5) ada 961 pelanggar, dan Sabtu (2/5) ada 933 pelanggar. Sehingga total ada 9.462 kendaraan yang dipaksa putar balik arah.

Sambodo melanjutkan, jenis kendaraan yang diputar balik ada kendaraan umum, pribadi dan sepeda motor. Menurutnya, semua jalur baik itu jalur tikus dan arteri sudah diupayakan untuk disekat oleh Polda, Polres maupun Polsek. Namun, masih ada saja masyarakat yang berhasil menerobos.

Sambodo mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudik untuk tahun ini untuk mencegah penyebaran COVID-19. "Kalau sayang keluarga jangan mudik. Jangan bawa penyakit ke kampung halaman," kata dia.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar